Penjabat Kades Netenaen Diduga Intimidasi Warga

0
9370

Ba’a —- Penjabat kepala desa Netenaen, Yeferson Naluk diduga lakukan intimidasi dan menakut-nakuti warganya untuk tidak mengikuti pertemuan kampanye terbatas pasangan Calon bupati dan wakil bupati Mesakh Nunuhitu dan Cony Pena, paket Rote Ndao Baru (RND).

Akibat dari intimidasi penjabat kades tersebut, pertemuan kampanye terbatas paket Rote Ndao Baru di desa setempat, Jumad (16/2/2018) batal. Padahal pasangan calon paket RNB, Mesakh Nunuhitu dan Samuel Conny Penna bersama tim sudah tiba di lokasi. Yang didapat hanya deretan kursi kosong tanpa kehadiran warga.

Ofi Ndolu, salah satu warga setempat mengatakan sejak Kamis (15/2) malam penjabat kades Netenaen mendatangi pemilik rumah tempat digelarnya pertemuan, Efi Talo Ndolu mempertanyakan izin pertemuan tersebut.

“Dia tanya siapa yang izin. Nanti kalau ada apa-apa siapa yang tanggungjawab,” kata Ofi.

Sesuai penuturan Penjabat Kades bahwa dirinya selaku kades harus tahu perihal pertemuan dalam rangka kampanye tersebut. Tak sampai disitu saja, Jumat (16/2) pagi, kades Yeferson Naluk kembali mendatangi pemilik rumah dan lagi-lagi mempertanyakan izin pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Tersangka Camat RBL Segerah Disidangkan

“Karena dari malam dia datang jadi orang takut,” kata Ofi.

Ketua Tim Pemenangan Paket RNB, Hanok Lenggu mengatakan tindakan Yeferson adalah bentuk intimidasi terhadap warga. Yeferson yang juga seorang ASN diduga melakukan intimidasi terhadap warga sehingga warga takut menghadiri pertemuan.

Menurut Hanok, ini bentuk pidana pemilu dan terancam dipenjara. “Bapak tau tidak ini tindakan pidana pemilu,” kata Hanok kepada Yeferson di lokasi pertemuan.

Hanok mengatakan hal ini sudah dilaporkan ke Panwaslu Rote Ndao untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, aparat kepolisian juga sudah turun ke lokasi untuk mengamankan lokasi.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Murry Miranda membenarkan insiden tersebut. “persoalan ini sudah ditangani panwaslu Rote Ndao,” katanya.

Terpisah, anggota Bawaslu NTT, Jemris Fointuna yang dikonfirmasi membenarkan bahwa ada insiden di Desa Netenaen. Oleh karena itu, ia telah berkoordinasi dengan Panwaslu. “Saya sudah koordinasi dan besok kepala desa dan PPL akan diperiksa,” kata Jemris. (tim/qi)

Comments

comments