Polres SB Gelar Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE

362
6319

Waikabubak — Terhadap kasus dugaan pelanggaran ITE oleh sejumlah oknum terhadap Ny. Ratu Wulla Talu akan segerah digelar oleh Polres Sumba Barat.

Kapolres Sumba Barat (SB), AKBP Gusti Maycandra Lesmana mengatakan siap menggelar perkara kasus ITE yang dilakukan oleh sekelompok oknum di dalam grup WhatsApp yang diberi nama GANTI milik sembilan terduga pelaku.

“Hari ini saya akan gelar perkara kasus ini, dan besok (30/1) Ibu Bupati bisa mendapatkan hasilnya. Saya pastikan semua akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya saat tatap muka bersama Ny. Ratu Wulla Talu yang mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut di ruang kerja Kapolres, Senin (29/1/2018) siang.

Menurutnya, tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh terlapor sebanyak sembilan orang sudah di luar batas kemanusiaan, dimana didalam grup WhatsApp (GANTI) telah melecehkan nama seorang Ibu Ratu Wulla Talu. “Semuanya akan di proses menurut hukum yang berlaku, karena ini pelecehan yang fatal,” tegasnya.

Ratu Wulla Talu menjelaskan bahwa nama grup WhatsApp yang digunakan oleh terlapor untuk melecehkan dirinya adalah GANTI. Ia mengaku didalam grup tersebut, jumlah anggotanya sebanyak 30 lebih orang.

Baca Juga :  Diduga Konstruksi Jalan Tutukarlain-Lekunik Bermasalah, Kejati Turun Cek Fisik

“Dari 30 lebih anggota grup ada 9 orang yang dengan terang-terangan melecehkan diri dan karir saya. Grup ini dikelola oleh salah seorang admin Aderita Andinono,” ujarnya usai bertemu Kapolres SB.

Dijelaskannya bahwa grup WhatsApp yang di bentuk oleh Aderita Andinono itu hanya untuk mendiskusikan dirinya dalam hal mengupload fotonya yang disandingkan dengan foto orang lain yang tak enak di pandang.

“Mereka hanya diskusikan tentang saya, mereka upload foto saya yang disandingkan dengan foto orang lain yang tidak berbusana dan mereka dengan tertawa katakan bahwa foto itu adalah dirinya, semua bukti ada,’ jelasnya.

Dirincikannya kesembilan orang yang di laporkannya adalah Aderita Andinono, Jusuf Ede Paty, Nita Wowor, Kornelis Tanggu Bore, Okta Talu, Vetnay Martha Bei, Yonathan Aguate, Esti Bili dan Ona Kaka.

Menurutnya kasus ini telah di laporkannya di Polres Sumba Barat pada tanggal 23 November 2017 dengan Nomor : TBL/273/X/2017/RES. SUMBA BARAT/ SPKT.

“tadi saya bertemu Kapolres untuk mengecek keberlanjutan penanganan kasus ini, syukur Pak Kapolres dengan tegas mengatakan hari ini akan gelar perkara,” katanya. (red/qi)

Baca Juga :  Tiga Pejabat Rote Ndao Diperiksa Terkait Kasus Tanah

Comments

comments