RPK Dampingi 647 Kasus Kekerasan Seksual

0
106

KIBLATNTT.COM, KUPANGĀ  — Rumah Perempuan Kupang (RPK) telah mendampingi 647 Kasus Kekerasan seksual sejak didirikan tahun 2002. Data ini baru terhitung sampai dengan akhir 2018 lalu. Sedangkan total kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani selama kurun waktu yang sama sebanyak 3.836 kasus.

Demikian dikatakanKepala Divisi Advokasi dan Pendampingan, Rahmawati Bagang saat jumpa pers di kantor Rumah Perempuan Kupang, Senin (25/11/2019).

“Sedangkan dari Januari-Oktober 2019 sudah ada 64 kasus Kekerasan Seksual yang kami tangani dan dampingi. Sekitar 85 Persen korbannya adalah anak-anak dibawah umur, tujuh orang diantaranya hamil, dampak dari kekerasan seksual yang dialaminya,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan sejak Rumah Perempuan Kupang berdiri tahun 2002, hanya ada dua kasus Kekerasan Seksual yang diselesaikan secara Adat. Dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, ada berbagai strategi yang dilakukan RPK.

“Jemput bola atau korban datang sendiri mengadu ke kantor .Kami melakukan pendampingan secara psikologis, memfasilitasi untuk layanan hukum, layanan Selter, layabab medis dan layanan psikologis. Sedangkan untuk tingkatan penyelesaian tergantung dari kasus yang dilaporkan ke RPK, “ujarnya. .
Menurutnya, banyak Kasus Kekerasan Rumah Tangga (KDRT) yang diselesaikan dengan alternatif atau kekeluargaan, tapi untuk kasus Kekerasan Seksual hampir semuanya diselesaikan secara hukum sampai tingkat pengadilan.

Baca Juga :  Terdakwa Camat RBL Di Kursi Pesakitan

“Selama Rumah Perempuan Kupang berdiri, baru dua kasus Kekerasan Seksual yang diselesaikan secara adat, karena kondisinya tidak menjamin sampai di proses hukum, yang mana terkait keamanan korban dan keluarga korban, sehingga diselesaikan secara adat.Sedangkan kasus yang kedua, tambahnya, karena kekurangan alat bukti, yang mana korban meninggal dunia, akhirnya tidak diproses lanjut,.”tegasnya.(lya)

Comments

comments