Wartawan Victory News Polisikan Walikota

0
5856

Kupang — Akibat mengeluarkan kata-kata yang dianggap tidak sopan dan menghina , Walikota Kupang Jefry Riwu Kore, Sabtu (24/3/2018) dilaporkan ke Polres Kupang Kota oleh wartawan Harian Victory News, Lexi Saluk.

Kedatangan Leksi Salukh di Polres Kupang Kota sekitar pukul 09.00 Wita, didampingi pemimpin redaksi harian Victory News, Stevy Johanis. Sesampainya di Polres Kupang Kota, Lexi bersama Stevie langsung menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kupang Kota dan langsung membuat laporan terkait insiden penghinaan yang dialaminya.

Usai membuat laporan Polisi, kepada para awak media cetak, elektronik dan online, Leksi menjelaskan peristiwa tersebut bermula ketika dirinya mengkonfirmasi Walikota Kupang terkait kunjungan Walikota ke Amerika beberapa waktu lalu. “Saya telah mengkonfirmasi beliau (walikota), namun beliau tidak memberikan informasi,” katanya.

Karena tidak memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan, pada besoknya Harian Victory News menurunkan berita tentang Jefri Enggan Jelaskan kepergiaanya ke Amerika. Akibat berita itulah maka ketika Leksi melakukan konfirmasi ulang melalui telepon genggam, Walikota Kupang Jefri Riwu Kore marah dan mengeluarkan kata-kata yang dianggap tidak santun dan tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pimpinan daerah.

Baca Juga :  Kasad dan Ketua KPK Tandatangani BAST Barang Rampasan Negara

Menurut Leksi, meskipun telah mendapat umpatan dari walikota, tetapi dirinya masih menjawab dengan sopan sambil menjelaskan ke walikota bahwa dirinya tidak punya tendensi apa-apa terhadap walikota. Namun penjelasan tersebut menurut Leksi membuat Walikota marah dan mengeluarkan kata–kata yang dinilai telah menghina dirinya.

Pemimpin Redaksi Harian Victory News, Stevie Johanis mengatakan, karena merasa dilecehkan, Leksi melaporkan peristiwa tersebut kepadanya selaku pimpinan redaksi. “Upaya hukum yang kami tempuh ini berdasarkan keputusan sidang redaksi karena ini sudah kali kedua walikota mengeluarkan kata-kata tidak etis kepada awak media kami,” ungkap Pemred VN, Stevie Johanis.

Menurut Stevie, peristiwa yang dialami Leksi Saluk tidak saja merupakan penghinaan terhadap Leksi secara pribadi, tetapi merupakan pelecehan terhadap profesi wartawan. Untuk itu pihaknya menyerahkan persoalan tersebut kepada polisi agar diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa harus melihat pangkat atau jabatan pelaku. (lya/qi)

Comments

comments