Rumah Sakit Siloam Kupang Lakukan Media Gathering

0
39

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Rumah Sakit Siloam Kupang melakukan media gathering dengan insan pers di Kota Kupang, Rabu (4/12/2019). Media Gathering kali ini mengangkat tema tentang penanganan batu ginjal tanpa operasi.

Demikian dikatakan Direktur RS Siloam Kupang, Hans Lie, Rabu (4/12/2019).

“RS Siloam Kupang, mendatangkan mesin kejut atau Extracoporeal Shock Wave Lithostripsy (ESWL) untuk pasien dengan batu ginjal, tanpa melalui operasi atau pembedahan. Menurutnya alat ini sudah ada dari bulan Juni lalu sedang dalam tahap persiapan dan pengurusan ijin di Badan Tenaga Nuklir Nasional sudah mendapatkan izin kurang lebih tiga minggu yang lalu,” katanya.

Pada Kamis yang lalu kita juga sudah di kunjungi oleh BPJS Kesehatan yang sudah melakukan visitasi dan melihat layanan ini sehingga layanan ini resmi bisa di terima masyarakat Kota Kupang dan NTT serta untuk semua.

“Bukan hanya untuk pasien umum saja atau Asuransi atau Perusahaan tapi pasien JKN KIS pun bisa memdapatkan layanan ini. Kalau di Jakarta sudah cukup banyak rumah sakit yang memiliki alat ini tapi di NTT baru di Rumah Sakit Siloam yang pertama kali,. di Bali ada beberapa,” ujarnya.

Ia menjelaskan apa yang menjadikan alat ini spesial karena batu ginjal untuk pasien pasien yang membutuhkan operasi membutuhkan tindakan memecah batu ginjal tapi takut operasi si atau pasien-pasien yang komplikasi yang nanti sulit beresiko tinggi tindakan operasi sehingga bisa ada alternatif pilihan lain dan juga dikatakan spesial bawa alat yang didatangkan ke Rumah Sakit Siloam Kupang adalah alat yang memang terdepan di golongannya

Sementara itu Dokter Urologist RS Siloam Kupang, Eric Huaturuk mengatakan mesin kejut yang ada di RS Siloam merupakan seri terbaru yakni Pizoeletrik generator.

“Dengan adanya mesin kejut ini, pasien dari Kota Kupang atau NTT tak perlu dirujuk keluar daerah untuk ditangani. NTT termasuk dalam tiga wilayah di Indonesia yang jumlah penderita batu ginjalnya cukup tinggi. Selain itu, ada NTB dan Kalimantan, “tegasnya

Menurutnya jumlah penderita batu ginjal di NTT cukup tinggi disebabkan air tanah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat mengandung kadar kapur yang cukup tinggi.Penyebab batu ginjal lainnya, karena kurangnya mengkonsumsi air bersih. Paling tidak sehari harus menghabiskan sekitar dua liter.

“Kalau pengen sehat, jangan minum air tanah tapi minumlah air kemasan. Jangan minum air dr sumur karena kadar kapur cukup tinggi dan bisa menyebabkan terkena batu ginjal,” tegasnya.

Ia menjelaskan Sakit batu ginjal ini, bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia mulai dari balita hingga umur kisaran 40-50 tahun. Sementara terkait tarif penggunaan mesin kejut masih sementara digodok oleh manajemen RS Siloam.(lya)

Comments

comments