Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Pantau Kesiapan RSU W.Z. Johannes Terkait Corona

0
62

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI mengecek langsung di Rumah Sakit W.Z.Johanes terkait dengan kesiapannya kita mengantisipasi Virus Corona di NTT.

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lala Lena, Rabu (04/03/2020) di Rumah Sakit W.Z Johanes Kupang. Ia mengatakan Presiden RI Jokowi sudah membuat mengantisipasi soal semacam ini instruksi presiden RI no 4 tahun 2019 tentang peningkatan kemampuan dalam mencegah mendeteksi dan merespon wabah penyakit pandemiglobal dan kedaulatan nuklir, biologi dan kimia.

“Jadi pemerintah RI sebenarnya muat instruksi presiden untuk mengantisipasi soal semacam ini dan disini itu masuk sekian banyak Kementerian dan lembaga terus sampai ke daerah Menkopolhukam, Mendagri, Menkes dan seterusnya sampai kepada Gubernur, Bupati, Wali Kota Semua terlibat dalam tim ini. Arti sebenarnya dari segi aturan dan sistim yang dibangun oleh pemilik RI kita sudah cukup siap untuk mengantisipasi soal-soal semacam ini salah satu yang muncul adalah virus Corona tapi model-model begini pun muncul itu sistim kita sudah disiapkannya jadi kerangka hukum untuk kita merespon sudah ada dengan. Sekian lembaga Kementerian dan kekuatan yang bisa kita pakai untuk merespon ini semua, “tegasnya.

Baca Juga :  Kasdim 1604/Kupang Hadiri Penyerahan APD dari ETIKA

Ia.menjelaskan Khusus kemampuan dan kesiapan kita di bidang kesehatan sebenarnya semenjak awal virus ini berada di Indonesia itu Menkes kita sudah lebih awal mempersiapkan diri

“Teman-teman masih ingat ketika gedung BRI di kosongkan waktu itu yang orang kemudian berpikiran karena virus Corona itu Menkes masuk tanpa pakai masker karena memang dia sudah menghitung kalau tidak dibuat model begini masyarakat pasti panik. Jadi Menkes sendiri tidak pakai masker sampai hari ini Menkes itu kalau kemana-mana tidak pernah pakai masker karena menunjukan bahwa kita ini jangan masalah Coronanya sendiri sebenarnya masalah yang bisa di atasi kita panik menjadi masalah kedua yang muncul, “ungkapnya.

Menurutnya urusan virus Corona ini urus medis yang bisa kita tangani sampai hari ini yang mati karena virus Corona hanya dua,tiga persen diseluruh dunia cuma kepanikan ini yang membuat soal masyarakat menjadi gelisah, panik, takut.

“Jadi kita jangan ikut-ikut panik merasa bahwa urusan virus Corona ini kayak dunia mau runtuh yang kita musti panik itu gara-gara DBD banyak orang meninggal itu yang harus menjadi fokus kita karena kita sudah lupa DBD kita pergi ingat lagi di virus Corona belum jelas urusan ujung pangkal.

Baca Juga :  Bantu PMI Hadapi Pandemi Covid-19, Korem 161/Wira Sakti Gelar Donor Darah

Kita fokus saja bahwa persoalan soal virus Corona ini sebenarnya Pemerintah kita aturan mainnya sudah ada untuk merespon ini semua perangkatnya sudah kita miliki alat-alatnya juga sudah ada. Dari semenjak awal Menkes sudah beli. Jadi pertama kali virus Corona muncul di Cina itu mulai kemudian muncul dia punya Reagen sama kit untuk membaca Amerika duluan punya Indonesian juga sudah punya itu alat cuma Menkes kita tidak mau Komunikasi ke publik luas karena takut orang panik seperti sekarang.Tapi dia.kerja terus dari awal saya tau tentara sudah siap di berbagai link tenaga kesehatan sudah di informasikan dan ini bukan hal baru, “tegasnya

Sekali kalau pun kita kena misalnya saya pun kena virus Corona kalau saya sehat kemudian saya kena virus Corona dan saya tidak punya penyakit kronis yang lain ya saya pasti akan sembuh lagi karena kemampuan tumbuh kita untuk membuat yang namanya anti body untuk melawan virus semacam ini kita miliki jadi tanpa bilang kita belum ketemu obatnya jangan juga tahu kalau kita tidak buat ketenangan publik semacam ini akhirnya merembet memasalah lain. Masalah yang bisa di tangani dengan tenang dan serahkan pada ahlinya yaitu teman-teman kesehatan.(lya)

Baca Juga :  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang Negatif Covid-19

Comments

comments