Wali Kota Kupang Minta Tambahan Dokter Ahli untuk RSUD S. K. Lerik

0
65

Wali Kota Kupang Jefirstson R Riwu Kore, meminta pemerintah pusat untuk menambah jumlah tenaga dokter ahli di RSUD SK Lerik Kota Kupang. Permintaan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena di Kantor Dinas Kesehatan Kota Kupang, Jumat (6/3/2020).

Menurutnya tahun 2019 lalu Pemerintah Pusat memang telah menggelontorkan dana senilai Rp 70 miliar untuk pembangunan gedung serta pengadaan alat yang lebih canggih dari rumah sakit lain di Kota Kupang. Sayangnya perkembangan tersebut tidak didukung dengan SDM berupa dokter ahli yang cukup. Melalui Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena, Pemkot Kupang berharap kebutuhan ini bisa diperjuangkan.”Kalau bisa ada dana DAK yang dipakai untuk membiayai dokter spesialis,” pintanya

Wali Kota sendiri mengakui sudah menginstruksikan Direktris RSUD SK Lerik dan Kadis Kesehatan Kota Kupang untuk menempatkan semua dokter ahli Kota Kupang di RSUD SK Lerik. Tujuannya adalah untuk menarik minat warga sekaligus meningkatkan kepercayaan warga bahwa RSUD SK Lerik bisa melayani lebih baik. Selain dokter ahli, Wali Kota juga berharap Pemerintah Pusat bisa membantu RSUD SK Lerik untuk mendatangkan sejumlah alat medis yang selama ini menjadi kebutuhan warga namun belum ada, seperti CT (computed tomography) scan.

Baca Juga :  Tambah Tiga, Pasien Positif Covid-19 di NTT jadi 79

Untuk meningkatkan pelayanan di RSUD SK Lerik, Wali Kota juga sudah menginstruksikan untuk mengubah mindset Pemkot yang selama ini menjadikan rumah sakit tersebut sebagai BLUD yang dipatok target untuk mendatangkan PAD. Akibatnya demi mencapai target PAD, manajemen melakukan efisiensi seperti mengurangi penggunaan AC yang berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan, “lebih baik menurut saya penuhi dulu kebutuhan mereka. Apa yang kurang agar diajukan permintaan,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Lakalena pada kesempatan yang sama mengakui, untuk saat ini sebenarnya kelasnya RSUD SK Lerik beda tipis dengan RS W. Z. Johanes sebagai RS rujukan. Bahkan menurut pengamatannya dan pengakuan warga kondisi di RSUD SK Lerik jauh lebih bersih, peralatannya lebih baru serta pelayanan petugas pun lebih ramah. Dalam kunjungan sehari sebelumnya ke Kabupaten Kupang ditemukan fakta bahwa banyak warga Kabupaten Kupang yang lebih memilih berobat di RSUD SK Lerik.

Ditambahkannya, saat ini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berencana membangun RSU Pusat yang berlokasi di wilayah Kelurahan Manulai 2. Dalam waktu dekat Menteri Kesehatan RI sendiri berencana meninjau langsung lokasi tersebut. Jika masalah okupasi warga bisa beres secepatnya, dalam tahun ini proses pembangunan tahap pertama sudah bisa dimulai.

Baca Juga :  Sejumlah Fasilitas Umum Kembali Disemprot Disinfektan oleh Tim Korem 161/Wira Sakti

Politisi asal Kota Kupang ini memastikan kehadiran RSUP ini nantinya selain untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga medis dari pusat serta tingginya rujukan pasien ke RS di Pulau Jawa, juga bisa memback up Fakultas Kedokteran Undana untuk melahirkan SDM dokter-dokter spesialis yang menjadi kebutuhan saat ini. Mengenai permintaan peralatan medis yang dikemukakan Wali Kota, Melki berjanji akan membantu memperjuangkan untuk diadakan.

Sebelum ke Kantor Dinkes Kota Kupang, Melki juga berkesempatan mengunjungi Puskesmas Sikumana dan Pasir Panjang serta salah satu posyandu di Sikumana. Turut serta dalam rombongan tersebut Anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat. Saat menerima kunjungan tersebut Walikota didampingi oleh sejumlah Kepala Bidang di Dinkes Kota Kupang dan para Kepala Puskesmas. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang dr. Fauzi Lukman Nurdyansyah.(lya)

Comments

comments