Jenasah Praka Yanuarius Loe Tiba di Kupang

0
163

Jenazah Praka Yanuarius Loe korban kecelakaan Heli MI 17 yang jatuh di pegunungan Mandala Distrik Oskob, pegunungan Bintang Papua pada 28 Juni 2019 hari ini tiba di Bandara Lanud Eltari pukul sekitar pukul 17.30 wita disambut dengan upacara militer di Lanud El tari Kupang.

Dandim 1604/Kupang, Kolonel Arh I Made Kusuma.D.G , Selasa (18/02/2020) di Lanud El tari Kupang mengatakan Tahun lalu tepatnya di bulan Juni tepatnya terjadi kecelakaannya heli milik TNI AD di Papua yang berakibat ada 12 prajurit terbaik TNI AD yang gugur pada saat itu kemudian pada beberapa hari yang lalu sudah ditemukan setelah sekian lama dan hari ini sudah diberangkatkan.

“Sebenarnya dua kloter sebelumnya sudah di berangkatkan kloter pertama yang tujuan Semarang, Surabaya kemudian hari ini yaitu tujuan dari Jaya Pura, Sorong, Ambon,.Kupang, Kendari kemudian terakhir di Makassar,.”katanya.

Ia menjelaskan kebetulan salah satu dari yang gugur 12 orang itu adalah putra NTT yaitu tepatnya dari Atambua yang hari ini kita terima jenazahnya di Lanud Eltari atas nama Praka Anumerta yanuarius Loe dan setelah kita terima langsung kita berangkatkan menuju ke alamat duka yaitu Atambua.

Baca Juga :  Mantan Panglima TNI Meninggal Dunia

“Nanti kita serahkan kepada keluarga dan Kodim setempat nanti untuk pemakamannya yang mungkin akan direncanakan dalam waktu secepat mungkin kami masih koordinasi dengan keluarga setempat, “ujarnya.

Tentunya kami selaku keluarga besar TNI AD sangat berduka terhadap kejadian ini dan kami mendoakan semoga Arwan almarhum mendapat tempat yang terbaik disisi Tuhan yang maha Esa

“Rencana pemakaian nanti kita konfirmasi dulu karena memanyunkan Waktu kedatangan dari jenazah ini berubah-ubah sehingga tentunya belum bisa di tentukan tapi saya yakin setibanya di sana mungkin akan ada segera waktu apakah besok atau lusa yang tepatnya nanti akan dimakamkan di TMP di Atambua nanti kita konfirmasi lebih lanjut, “tegasnya.

Untuk berangkat dari Kupang menuju Atambua itu kita menggunakannya jalur darat karena untuk mengesankan waktu juga karena tibanya yang seperti saya sampaikan tadi waktunya tidak bisa di prediksi sehingga kita takut apabila malam seperti ini mau terbang juga ke Atambua sudah tidak dapat lagi pesau jadi kita ambil alternatif yaitu lewat darat(Lya)

Baca Juga :  Menteri PUPR Kunjungi Bendungan Napung Gete

Comments

comments