‎Sikapi Tragedi Berdarah Sabu, Ketua Sinode GMIT Angkat Bicara

12
1117
Kupang— Menyikapi tragedi berdarah di Kabupaten Sabu Raijua, Selasa (13/12/2016), Ketua Sinode GMIT, Pdt. Merry Kolimon angkat bicara. Dalam pernyataan sikapnya, Pdt. Merry mengecam dengan keras peristiwa penyerangan terhadap anak-anak di lingkungan sekolah pada jam belajar di Seba Pulau Sabu, NTT. “Kekerasan terhadap anak adalah kekerasan terhadap kemanusiaan,” teranganya.
 
Dia meminta pemerintah dan pihak keamanan untuk bekerja dengan sungguh-sungguh mengungkap pelaku, tindakan penyerangan, dan motivasinya. Pdt. Merry pun berpesan kepada jemaat/masyarakat untuk tidak terprovokasi dan diharapkan tetap tenang. ‎
 
Pdt. Merry pun memminta kepada umat lintas beragama di Sabu saling menjaga untuk memelihara kerukunan dan bersama-sama bersuara menuntut keadilan bagi anak-anak. “Mari kita jaga  Pulau Sabu dan NTT sebagai rumah bersama,” ungkapnya.‎
 
Ketua Sinode GMIT itu pun menyatakan bahwa menolak dengan tegas semua tindakan memprovokasi dengan cara tidak membiarkan diri terprovokasi. Dan di himbau kepada tokoh-tokoh agama saling berkoordinasi untuk memastikan  merawat toleransi dan kerukunan.‎
 
Pdt. Merry pun mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu informasi yang jelas dan benar dari pihak berwenang dan memohon agar semua pihak bisa tenang dan tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas yang hanya akan memperkeruh keadaan. Kepada pihak keamanan, Pdt. Merry Kolimon memohon agar segerah mengambil langkah cepat mengunkap pelaku dan motif peristiwa itu dan menyampaikan segerah ke publik untuk meredam situasi. ‎
“Mari kita semua tenang dan berdoa untuk negeri kita. Dan kita berharap semoga anak anak korban mendapat perawatan yang cepat dan dipulihkan,” katanya. (red)

Comments

comments

Baca Juga :  Kasus Campak di Kupang Setiap Tahun Meningkat