999 Mahasiswa Baru Undana Ikuti Tes Narkoba

0
87

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Sebanyak 999 mahasiswa baru Universitas Nusa Cendana Kupang melakukan test narkoba yang dilaksanakan pada tanggal 4–8 Agustus 2020 di klinik Pratama.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Pencegahan bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) Badan Narkotika Nasional provinsi NTT, Markus Raga Djara Jumat (7/82020). Ia mengatakan Universitas yang peduli terhadap narkoba adalah Universitas Nusa Cendana Kupang Karena mereka sudah ada kerjasama.

“kerjasama antara Universitas Nusa Cendana Kupang dengan Badan Narkotika Nasional provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). kita sudah melakukan MOU pada tanggal 30 Oktober 2019 di tanda tangan langsung oleh Heru Winarko dan Rektor Undana. Terus ada lagi kerjasama antara klinik Undana dengan Klinik BNN provinsi NTT, “katanya.

Ia menjelaskan kerjasama ini sudah berjalan selama empat tahun jadi tahun ini adalah tahun keempat. Kenapa Rektor Undana mau melakukan itu karena beliau merasa bahwa narkoba itu berbahaya sehingga dia mau supaya Undana itu mahasiswanya betul-betul mahasiswa yang bebas narkoba sehingga pada tanggal 30 Oktober 2019 juga kita launching kampus bersih narkoba (bersinar).Dari seluruh Indonesia ini termasuk salah satunya Undana.

Baca Juga :  Lawan Covid-19, Subdenpom IX/1 - 1 Ende wakili Persekutuan Gereja Ebenhaezer Jakarta serahkan APD

“Dalam sambutan rektor Undana dia mau pertama dia tidak mau stigmanya bahwa Undana itu adalah rata-rata mahasiswannya pemakai narkoba. Karena apa beliau juga tau di belakang-belakang tempat kos itukan banyak anak-anak yang pakai. Mereka bisa jadi pemakai, pengedar karena yang kos-kosan itu kalau tidak ada uang otomatis bisa menjadi kurir terus ada terjadi minum minuman beralkohol ada terjadi seks bebas itulah yang menyebabkan Rektor Undana mengambil keputusan untuk melakukan kerjasama dengan BNN provinsi NTT sehingga BNN provinsi NTT juga mengapresiasi
karena ada instruksi presiden nomor 6 tahun 2018, “ujarnya.

Menurutnya, dalam arahan Rektor Undana baru-baru beliau berharap tidak lagi hanya untuk mahasiswa baru saja yang melakukan test narkoba. Tapi sudah tahun tiga ini dengan mahasiswi extension juga.

“kita periksa dan dia mau kalau bisa mahasiswa yang melakukan ujian skripsi dengan wisuda itu harus di test narkoba kenapa beliau omong begitu bahwa kalau dia sudah pegang gelar sarjana keluarnya adalah mahasiswa yang bebas narkoba karena untuk penerimaan pegawai itu harus bebas narkoba Seandaiya mahasiswa Undana itu dia pegang gelar sarjana terus test di kantor-kantor ternyata BNN provinsi NTT periksa dia positif kan dia juga malu. Jadi ini yang kita lihat kita apresiasi untuk Rektor Undana Karena dia begitu peduli untuk generasi muda karena beliau juga tidak pernah tutup mata, “ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda Kota Kupang Buka Musda Organda

Ia mengatakan untuk hari ke empat ini mahasiswa yang di periksa dari fakultas sains teknik sebanyak 162 dan pertanian sebanyak 56 orang.

Sementara itu dr. Daulat Samusir mengatakan hasil test sebetulnya rata-rata perorang 10– 20 menit pemeriksaannya namun karena jumlah banyak nanti kita kumpulir satu. s
Sistim informasi satu pintu.

“Kalau saya senyum-senyum artinya semua yang test hasilnya negatif. Artinya prosesnya cepat kita pemeriksaan kualitatif, rapid test dikumpulkan hasilnya baru nanti kita laporkan sama pihak Rektorat, “katanya.

Sampai sekarang terindikasi menyalahgunakan narkotika belum ada jangan sampai saya beritahu bahwa satu-satunya institusi pendidikan perguruan tinggi yang bekerjasama dengan BNN provinsi NTT sampai saat ini mudah-mudahan ini menggelitik sama perguruan tinggi lainnya.

“Tapi yang pasti Undana sangat proaktif.
Harapan saya sudah pasti yang pertama selamatkan generasi muda ini perlu saya tekankan supaya di ketahui banyak orang kita menyebut ini adalah bonus demografi yaitu usia 20–30 tahun sekarang yang nantinya kedepan menjadi pemimpin-pemimpin pengisi negara. Sekali lagi kita menyelamatkan bonus demografi usia dini. Yang kedua ini juga sekaligus memberitahu kepada masyarakat NTT khusus Kota Kupang bahwa tidak usah takut manakala ada yang penyalahguna

Baca Juga :  Pemkot Gelar Workshop Revitalisasi Koperasi

saya mengajak mari datang melaporkan diri secara sukarela tidak akan di pidana yang penting mengakui diri malah akan dipulihkan jangan tunggu sampai di tangkap kalau di tangkap lain ceritanya, “tegasnya.

Yang ketiga cara-cara seperti ini kita lakukan ini salah satu bentuk upaya skrining kalaupun ada yang positif terindikasi menyalahgunakan narkotika kita akan proses lanjut

“Proses lanjut dalam arti bukan pidana ada pemeriksaan-pemeriksaan lainnya saya akan menggunakan beberapa instrumen untuk membuktikan apakah benar dia menyalahgunakan atau tidak kalau dia tidak menyalahgunakan tidak apa tapi yang pasti upaya kita adalah upaya untuk skrining menyelamatkan, melaporkan diri kita upaya skrining itu yang penting yang saya rasa mungkin masyarakat bisa mengetahui, “ujarnya.(lya)

Comments

comments