Anggota Brimob Diharapkan Memiliki e-KTP

0
231

Kupang — Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Dispenduk) Kota Kupang mengadakan Sosialisasi perekaman e-KTP dan pencetakan akta kelahiran di Mako Satbrimob Polda NTT, Sabtu (9/2/2019).

Sektretaris Dispenduk Kota Kupang Agus Ririmase, mengatakan tujuan dari kegiatan itu adalah agar seluruh anggota Brimob dan keluarga besar bhayangkari di Brimob memiliki identitas diri karena SatBrimob Polda NTT menyadari bahwa e-KTP merupakan identitas diri yang sangat penting di era saat ini.

“mau urus apa-apa kemana pun kelembagaan pemerintah atau kelembagaan non pemerintah baik itu BUMN, imigrasi, perijinan, mau urus SIM, perbankan, semua harus menggukan e-KTP,” ujarnya.

“kita harus memberikan profisiat tidak ada pimpinan instansi TNI, Polri maupun pemerintah yang datang mau minta menjemput bola seperti ini hanya ada pada SatBrimob. DanSatBrimob Polda NTT bersama istri mendatangi saya, bukan saya minta untuk disini mereka menyadari hal ini,” katanya.

Diharapkan juga polri, Brimob menjadi jembatan untuk masyarakat bisa mengikuti, dalam hal ini sekaligus juga mendeteksi warga-warga Negara Indonesia khususnya di Kota Kupang.

Baca Juga :  Pemkot Kerjasama Investor Bangun Kota Kupang

“setelah sosialisasi akan di lanjutkan dengan perekaman e-KTP di Mako Satbrimob Polda NTT pada tanggal 25-26 Februari 2019,” ungkapnya.

Dansatbrimob Polda NTT Deonijiu De Fatima S. Ik. SH mengatakan memang sampai saat ini seluruh anggota baik itu anggota Brimob sendiri maupun bhayangkari dengan kesibukan mereka dengan tugas yang dibebankan sangat banyak sehingga kadang-kadang waktu untuk mengurus e-KTP sendiri sangat sulit.

“Ketika ada waktu sedikit kita ke kantor dispenduk untuk mengurus KTPdan begitu ada banyak masyarakat yang antri
Sehingga memang sangat sulit sekali untuk mendapatkan KTP secepatnya,” ujarnya.

Menurutnya bahwa kesempatan tersebut sangat membuka peluang bagi mereka untuk mendapatkan E-KTP. Dan hari ini peluang tersebut dibuktikan dengan banyaknya ibu-ibu dan anggota yang menyampaikan keluhan-keluhan ke Dispenduk.

“Kami brimob terdiri dari 917 orang tapi dibagi sebagian di Flores dan Sumba. di Sumba ini sebagaian masih penduduk Kota Kupang dan sebagian di Flores sana, tapi lebih besar di Kota Kupang selain itu keluarga-keluarga, anak-anak yang sudah dewasa. Dari 917 anggota Brimob kurang lebih 40 persen belum memiliki KTP,” katanya. (lya/qi)

Baca Juga :  Pemkot Berharap Pengusaha dan Pekerja Tahu Hak dan Kewajibannya

Comments

comments