Anggota DPRD Rote Menolak Tes Suhu

0
75

KIBLATNTT.COM, BA’A — Seiring diberlakukanya New Normal oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rote Ndao memperbolehkan 11 masjid yang ada di kabupaten terselatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu untuk mengelar shalat Jum’at mulai hari ini, Jumat (12/6/2020).

Sayangnya suasana menjelang Sholat jum,at sempat riuh dengan adanya kedatangan seorang yang di ketahui adalah Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao asal partai PKS Ahyar Mahmud

Ketika hendak memasuki Mesjid sesuai
Protokoler pada masa New Normal ini tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sehingga ketika hendak memasuki mesjid seluruh jamaah harus terlebih dulu dilakukan tes suhu oleh salah satu petugas.

Namun ketika hendak dilakukan tes suhu, alat tersebut ditepis dari tangan petugas oleh Ahyar Mahmud,lalu dengan nada marah bertanya kepada petugas dengan mengatakan aturan apa ini,aturan dari mana ini demikian diceritakan Ketua MUI Rote H Ahmad Kosso, ketika di konfirmasi pada Jumad (12/6/2020) malam.

Dijelaskan Kosso seharusnya terlepas dari seorang jamaah bliau harusnya menjadi panutan karena sudah pasti memahami protokoler,bukan malah balik bertanya tentang aturan sambil marah marah, bahkan bliau juga tidak ingin sholat pada zona yang sudah ditentukan oleh protokoler, saya pribadi benar benar sangat sesalkan sikap jamaah tersebut.

Baca Juga :  Gubernur NTT Resmikan Cotagge di Mulut Seribu

Mencermati Surat Edaran Menteri Agama RI, Fatwa MUI, Penegasan Gubernur NTT, dan hasil koordinasi dengan pemerintah.

“Pada prinsipnya umat muslim di Rote Ndao kami telah imbau untuk mendukung penerapan New Normal di tengah pandemi Covid-19 karena kebijakan ini tujuannya baik, untuk menormalkan kembali kehidupan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan.

MUI juga telah mengeluarkan Maklumat yang sudah diteruskan kepada para imam masjid yang pada pokoknya menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa terhitung Jum’at 12 Juni 2020, masjid/mushollah dapat
melaksanakan Shalat Jum’at dan Shalat Fardhu secara berjama’ah di
masjid/musholah sebagaimana mestinya, dengan tetap menerapkan
protokol kesehatan dalam rangka Mencegah Penularan Wabah Covid-19;
2. Pengurus Masjid wajib menerapkan protokol kesehatan seperti
menyediakan fasilitas cuci tangan, melakukan penyemprotan
disinfektan dan mensterilkan lokasi masjid;
3. Pengurus Masjid dapat membentuk Tim Gugus Tugas di masjid masing-masing, agar dapat memperlancar penerapan protokol kesehatan secara baik dan efektif;
4. Bagi jama’ah yang akan melaksanakan sholat berjama’ah di masjid,
agar menyiapkan perlengkapan sholat dari rumah masing-masing;
5. Bagi jama’ah yang sedang sakit (Flu, Demam dan Batuk), Anak-anak
yang belum baligh dan perempuan untuk sementara tidak melaksanakan
sholat berjama’ah di masjid;
6. Jamaáh berkewajiban mengindahkan setiap ikhtiar, baik dari
pemerintah maupun MUI yang bertujuan menjaga keselamatan jiwa
(hifdzun nafs) serta keberlangsungan hidup bersama;
7. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak
ibadah, taubat, istighfar, dzikir dan membaca Qunut Nazilah disetiap sholat fardhu, shalawat, sedekah, berdoa kepada Allah SWT agar wabah covid-19 segera berakhir.
“Kami harapkan dengan maklumat ini pelaksanaan shalat di masjid-masjid yang ada di Rote Ndao berjalan tertib dan aman, sehingga kita semua terhindar dari Covid-19,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kemenhan RI Serius Perhatikan Perbatasan RI-RDTL

Terpisah, Zulkifli Harun, Staf Imam Masjid Al Ikhwan yang juga Ketua Bidang Fatwa MUI Rote Ndao mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan Remaja Masjid Al Ikhwan dalam rangka pembukaan kembali shalat Jumat di masjid tersebut, mulai dari penyemprotan disinfektan, penyediaan masker kepada umat yang kebetulan lupa menggunakan masker, dan juga pengaturan jarak antara masing-masing umat yang melakukan shalat.

Sementara itu Anggota DPRD PKS Ahyar Mahmud hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi. (*/lya)

Comments

comments