Antisipasi Lonjakan ODP Covid-19, Gubernur Pantau Kesiapan Klinik Pratama Undana Kupang

0
38

Dok Humas Setda NTT

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Wakil Gubernur NTT, Joseph A. Nae Soi, Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing, dan Karo Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu usao meninjau Klinik Pratama Undana, Selasa (24/3/2020)

 

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang diduga terpapar Corona Virus Disease (Covid)-19 di Provinsi NTT, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) memantau kesiapan Klinik Pratama Kartika Undana Kupang yang terletak di bilangan tingkat I Naikoten Kupang – NTT.

“Bapak Gubernur VBL usai kegiatan teleconference bersama Bapak Presiden Jokowi, memantau kesiapan RSPK Undana Kupang,” ucap Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si kepada pers di Kupang, Selasa (24/3/2020). Hasil pantauan, sebut Marius, RSPK Undana Kupang telah dibersihkan dengan cairan desifektan.

“Sudah dibersihkan di lantai satu, sampai lantai tiga dan juga sebagian dari peralatan sarana prasarana sudah ada tinggal halamannya dibersihkan dan sudah sangat siap untuk digunakan. Sudah sangat bersih tempatnya dan bagus sekali. Kita harapkan tempat ini akan menjadi alternatif yang baik untuk masyarakat kita yang dipantau kesehatannya dan tentu kita harapkan kerjasama dari kita semua,” pinta mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Baca Juga :  Julie Laiskodat Perkuat Promosi Kain Tenun NTT

Kalau seandainya Klinik Pratama Kartika Undana Kupang tidak sanggup lagi menampung ODP yang diduga terpapar Covid-19, lanjut Marius, masih ada alternatif lain yakni Hotel Sasando yang terletak di bilangan Kota Baru Kupang.

“Kalau disana nanti penuh; yah… kita masih punya Hotel Sasando milik Pemerintah Provinsi NTT dan Rumah Sakit di Naimata. Semua kita kerahkan dan Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur memimpin sendiri semua tata kelola dan tata kerja dari keseluruhan kegiatan di posko penanggulangan Covid-19,” tandas Marius dan mengaku, “Beliau berdua selalu memantau dari detik ke detik. Beliau selalu mengikuti perkembangan dari kabupaten/kota se NTT. Untuk memastikan NTT ini aman dari Covid-19.”

Gubernur VBL, ucap Marius yang juga juru bicara penanganan Covid-19 di Provinsi NTT, berpesan agar masyarakat NTT tidak panik. “Pesan Bapak Gubernur kepada seluruh masyarakat NTT, jangan panik. Supaya kepanikan kita itu tidak membuat kita stres lalu tidak bisa bekerja. Jangan gelisah tapi tetap siaga. Jangan panik supaya kita bisa memaksimalkan semua sumber daya yang ada untuk menangani Covid-19,” tegas Marius.

Baca Juga :  Danrem Terima Kunjungan Kapolda NTT

Tidak hanya di Kupang, menurut Marius, Gubernur VBL juga telah mengontak Bupati Sikka, Roby Idong dan Bupati Manggarai Barat (Mabar), Drs. Agustinus Ch. Dulla untuk menyiapkan lokasi alternatif manakala ada peningkatan jumlah OPD di daerah

“Bapak Gubernur juga sudah koordinasi dengan Bupati Sikka dan Bupati Mabar menyiapkan tempat alternatif untuk perawatan dari bapa, mama saudara dan saudari kita yang dalam pemantauan,” jelas Marius seraya mengaku, Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan dana sebesar Rp 60 miliar untuk penanganan Covid–19 di NTT.

Marius berharap ada kerja sama yang kuat diantara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota se NTT, institusi TNI dan Polri untuk bersama-sama menangani penyebaran virus ini walaupun NTT sampai saat ini masih negatif.

“Antisipasi yang kita lakukan ini dengan mengontrol dan memperketat pengawasan. Tujuannya adalah untuk kenyamanan kita bersama,” tandas Marius, sambil sesekali memperbaiki kacamatanya.(*)

Comments

comments