Aparat Diminta Lidik Pembangunan Pasar Radamata

1
7577

Tambolaka — Polemik retaknya pondasi pasar Radamata menuai kecaman dari berbagai pihak, mereka menilai proses pengerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana PT. Adisti Indah diduga kuat tidak bekerja secara profesional dengan mengedepankan mutu dan atau kualitas pekerjaan.

Salah satu tokoh masyarakat Loura, Tote Kalumbang kepada kiblatntt.com, Selasa (26/12/2017) mengaku kecewa dengan proses pengerjaan pembangunan pasar Radamata. Pasalnya, belum usai dikerjakan, tetapi sudah terjadi keretakan pada pondasi gedung.

Menurutnya bahwa jika dilihat dengan seksama terkait foto dan atau gambar retaknya pondasi tersebut sangat tidak masuk akal jika pihak kontraktor berkeja secara profesional dengan mengedepankan kualitas pekerjaan.

“apalagi kalau sudah ada dosen teknik yang berkomentar soal retaknya pondasi itu karena diduga kuat campurannya tidak sesuai spek, dengan pengamatan pada warna campuran,” cetus ketua DPC Partai Nasdem Kota Tambolaka itu.

Karena itu lanjutnya, perlu ada tindak lanjut dari pihak terkait, seperti pihak inspektorat untuk turun melihat langsung proses pembangunan pasar Radamata. Apakah benar, campuran yang digunakan sesuai spek atau tidak.

Baca Juga :  Lorens Dadi : Tak Ada Peserta Demo Dari Kodi Utara

Bahkan, katanya, sudah ada sebuah pernyataan yang memperkuat alasan retaknya pondasi itu akibat karena diduga campuran tidak sesuai spek, sehingga hal ini perlu di tindak lanjuti oleh pihak terkait untuk menginvestigasi persoalan ini.

“kalau benar nanti dalam investigasi oleh pihak terkait dan menemukan hal ini bahwa campuran tidak sesuai spek, maka ini korupsi dan aparat berwenang harus melakukan penyelidikan, karena ini masalah kepentingan masyarakat umum, tiba-tiba nanti kalau dimanfaatkan lalu gedungnya roboh, bagaimana, siapa yang disalahkan, jadi harus ada upaya preventif, karena pondasi itu kekuatan sebuah bangunan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sampai dengan sekarang wartawan media ini terus berupaya mengkonfirmasi pihak kontraktor termasuk juga PPK, namun tidak pernah direspon. (red)

Comments

comments