Belum Semua PNS dan Honorer SBD Kenakan Busana Adat

0
388

Tambolaka -Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur, memberlakukan pengenaan busana adat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Honorer di hari Selasa dan Jumat.

Keputusan itu berlaku mulai 11 Juni 2019 yang tertuang dalam surat edaran No. BO.060/34/53.18/V/2019 tertanda Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu.

Namun, dihari pertama kerja setelah liburan Idul Fitri, Selasa (11/6), masih banyak ASN dan pegawai honorer yang tidak mengindahkan aturan tersebut. Mereka masih mengenakan pakian dinas dan pakkan biasa.

Sementara dalam surat edaran tersebut, Pemda SBD sedang berupaya melestarikan nilai-nilai budaya, untuk mendorong promosi pariwisata dan pertumbuhan ekonomi daerah melalui kerajinan tangan masyarakat.

ASN dan Honorer di wajibkan berbusana adat pada hari selasa dan Jumat di saat jam kantor. Bagi pria harus menggunakan kain (Kalabo) tanpa menyelipkan parang di pinggang, sedangkan wanita di wajibkan menggunakan sarung (Pawe’e).

Sedangkan Khusus untuk Polisi Pamong Praja, Anak Sekolah Dasar dan tenaga medis tidak di wajibkan berbusana adat dengan alasan tertentu.

Baca Juga :  Wakapolda NTT Beri Bantuan Kemanusiaan Saat Kunker Ke Desa Bila Cenge ‎

Aturan tersebut diberlakukan guna adanya keseragaman pakaian kerja lingkup Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumba Barat Daya.

PLT Sekretaris Daerah Kabupaten SBD, Fransiskus Adilalo saat dikonfirmasi, membenarkan masih ada ASN dan Pegawai Honorer yang belum menggunakan pakai adat.

“Hari ini perdana dan masih uji coba. Ya sudah lumayanlah sekitar 80 persen sudah berpakaian adat. Hari ini perdana jadi mungkin yang lain masih mencari perlengkapan untuk nanti hari Jumat,” katanya.

Menurutnya, di hari kedua nantinya akan dilakukan pengecekan di setiap instansi. Dirinya menegaskan agar seluruh pimpinan OPD selalu menginstruksikan stafnya berbusana adat di jadwal yang ditentukan.

“Pimpinan OPD harus menginstruksikan stafnya agar mentaati aturan. Kita berharap di hari yang kedua semua sudah bisa berpakaian adat. Hari jumat nanti kita akan cek,” imbuhnya.

(Alf)

Comments

comments