Besok Dinsos Kota Kupang Pulangkan 68 PSK

0
169

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Pemerintah Kota Kupang, melalui Dinas Sosial Kota Kupang, akan memulangkan 68 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang selama ini beroperasi di Karang Dempel (KD) Tenau, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, ke daerah asal masing-masing, Jumat (4/10/2019). Pemulangan para PSK ini sebagai bagian dari tindak lanjut Pemkot Kupang mendukung penutupan tempat lokalisasi di seluruh Indonesia yang menjadi program Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Demikian dikatakan Plt Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Eben Doeka, Kamis (3/10/2019) di ruang kerjanya. Ia mengatakan pada tanggal empat kita sudah mulai proses pengembalian keluarga kita ke lingkungan sosial kemasyarakatan tapi tidak langsung ke rumah dia. Nanti ada di rumah singgahnya depertemen dinas sosial NTT

“Jadi NTT masuk ke dinas Sosial NTT, Jawa Timur masuk ke Dinsos Jawa Timur karena dia akan di persiapkan lagi di sana dan berproses di sana lagi. Khusus untuk NTT mereka masuk mobile ke Dinsos NTT masuk ke rumah singgah untuk di persiapkan,” katanya.

Baca Juga :  Kota Kupang Capai Target Imunisasi MR

Menurutnya, nanti akan ditawarkan mau ikut diklat satu, dua atau tiga sesuai dengan potensinya, keinginannya, peluangnya mau dimana menurut informasi dari Dinas Sosial Provinsi NTT bahwa saudara-saudara ini banyak yang setelah dipersiapkan ada yang berhasil di salon dan di beberapa jenis usaha ekonomi dan kreatif.

“Program untuk Kota Kupang programnya untuk lanjutan saudara- saudara kita akan organisir kedepan kita akan diskusi usaha apa yang mungkin kita kembangkan untuk saudara-saudara ini karena jangan dari perspektifnya kita usahanya baik tapi dari perspektif saudara-saudara dia lebih senang dimana. Banyak lapangan kerja yang kita belum maksimal distribusi anak-anak kita termasuk saya kan saya selain PNS bisa usaha itukan boleh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan sampai pada titik pemulangan ini telah melalui sebuah proses yang tidak akan berhenti dari pemerintah selama masyarakat masih ada. Menurutnya dengan kondisi lingkungan yang berubah dari para PSK ini, kemudian akan didiskusikan secara berkelanjutan dengan para mantan PSK ini, sehingga bisa ditentukan jenis usaha apa yang terbaik bagi mereka, sesuai dengan keterampilan dan kemauan yang ada pada setiap mereka, dengan melihat keberhasilan pembinaan yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya, sehingga tidak terkesan dipaksakan programnya.

Baca Juga :  Mama Emi: Semana Santa Potensi Wisata Luar Biasa Larantuka

“Kita berterima kasih karena banyak yang kembali ke Jawa Timur 58 itu kembali ke Jawa Timur kalau dinas sosial sisanya pegang saya yakin akan lebih hebat dalam program kegiatan Jawa Timur karena itu sudah banyak model yang bisa kita jadikan contoh kita di NTT hanya lima orang saja,” tegasnya.

Menurutnya adal lima orang PSK asal NTT, yang nantinya dibina dan dilatih di Dinsos Provinsi NTT oleh tenaga spesialis nya, sebelum dikembalikan ke keluarga masing-masing, sehingga nantinya setelah siap untuk membangun usaha apa yang diminati baru akan dikembalikan, disertai dengan modal usahanya yang sudah ditransfer Kementerian Sosial ke rekening para PSK.

“Untuk yang lima orang kita kolaborasi dengan Dinsos Provinsi NTT, sehingga nanti mereka dilatih secara khusus oleh tenaga spesialnya disana, baru setelah itu dikembalikan untuk bisa memulai usahanya,” urainya

Ditegaskannya, secara hukum tidak ada ijin lokalisasi di Kota Kupang. Karena itu, praktek-praktek prostitusi yany ada saat ini akan terus dilakukan kerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk dilakukan penertiban.

Baca Juga :  Kesejahteraan Keluarga Dipengaruhi Banyak Faktor

Mengenai citra dengan Kelapa Lima Indah pihaknya akan terus melakukan pantauan untuk kemudian mengambil sikap sesuai dengan aturan yang berlaku. Menurutnya itu akan dilakukan setelah pemulangan PSK dari KD selesai dilaksanakan.

“DPA kita seperti apa kita maksimalkan kalau ada ruang yang bisa di pakai untuk bijaksana kita bijaksana walaupun sekarang sistem pembiayaan tidak ada yang bijaksana. DPA yang disiapkan untuk 68 orang perorangan itu biaya tiket Rp1.500.000 sampai dengan Rp 2.000.000 kalau ada lebih store kembali kalau dari pusat disiapkan untuk satu orang Rp 6.000.000 sudah masuk dalam rekening dari tanggal 2 Oktober,” katanya.(lya/eho)

Comments

comments