BI Optimis PEN Tahun 2021 Terwujud dengan Penguatan Sinergi

0
31

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Kondisi Perekonomian Nasional menurut Gubernur BI, Bapak Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) menyampaikan Bank Indonesia (BI) optimis Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada tahun 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi melalui satu prasyarat dan lima strategi.

Demikian dikatakan Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja saat membuka kegiatan Pelatihan Wartawan Virtual tahun 2020, yang diselenggarakan oleh BI Perwakilan NTT dan OJK Provinsi NTT, Selasa (22/12/2020). Ia mengatakan satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19, dan lima strategi respons kebijakan sebagai berikut :

1) pembukaan sektor produktif dan aman,
2) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran),
3) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran,
4) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan
5) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

“Pemulihan ekonomi Nasional yang tengah berlangsung diperkirakan semakin meningkat. Pada tahun 2021, ekonomi Indonesia diprakirakan tumbuh mencapai 4,8-5,8%, didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja, “katanya

Baca Juga :  Wagub NTT Minta Dinsos Percepat Penyaluran Bansos

Menurutnya, momentum pemulihan ekonomi nasional perlu terus didorong dengan memperkuat sinergi membangun optimisme oleh semua pihak baik Pemerintah (Pusat dan Daerah), Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), perbankan dan berbagai pihak lainnya.

Kondisi Perekonomian NTT & Dukungan Sektor riil Perekonomian Provinsi NTT di tahun 2020 terdampak pandemi COVID-19, seperti halnya perekonomian global dan nasional. Pembatasan sosial yang dilanjutkan dengan adaptasi kebiasaan baru, yang dilakukan untuk mengendalikan risiko penyebaran COVID-19, berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat khususnya di sektor perdagangan, konstruksi, dan pariwisata Provinsi NTT.

“Perkembangan Ekonomi NTT mulai membaik secara bertahap. Pada triwulan III 2020, ekonomi Provinsi NTT tumbuh 3,06% (quarter-to-quarter), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,89% (qtq). Pemulihan ekonomi NTT di triwulan III ditopang oleh sektor jasa pendidikan, administrasi pemerintahan, dan konstruksi. Konsumsi masyarakat juga mulai pulih di tengah adaptasi kebiasaan baru, “ujarnya..

Sementara itu, inflasi Provinsi NTT sepanjang tahun 2020 tetap terjaga. Hingga bulan November, inflasi Provinsi NTT tercatat 0,56% (year-on-year), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 1,59% (yoy). Capaian inflasi tersebut masih di bawah kisaran sasaran inflasi nasional yang sebesar 3±1% (yoy). Inflasi NTT yang terkendali tak lepas dari upaya dan koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. TPID telah melakukan berbagai kegiatan, baik yang bersifat rutin maupun insidentil. Kegiatan rutin mencakup rapat koordinasi (rakor) baik di level teknis maupun pimpinan (High Level Meeting), kegiatan mengelola ekspektasi masyarakat baik melalui siaran pers maupun talkshow di radio dan televisi, serta kegiatan pemantauan harga di pasar-pasar.

Baca Juga :  Musik harus Memberi Pesan Keindahan

“Sementara kegiatan insidentil mencakup sidak harga dan pasokan ke pasar, gudang distributor, dan operasi pasar seperti Inflasi pada bulan November 2020 terutama disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan seperti seperti tomat, daging ayam ras, bawang merah, dan sawi hijau, “katanya. (lya)

Comments

comments