BI Perwakilan NTT Launching Portal Qris NTT

0
24

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Bank Indonesia Perwakilan NTT melaunching Portal Qris NTT menyambut tatanan baru dan Bank Rakyat Indonesia memperkenalkan web pasar BRI. Dalam situasi pandemi covid-19 kebutuhan digitalisasi semakin meningkat, teknologi mulai terbiasa dengan masyarakat. Selain itu, adanya potensi penyebaran virus melalui uang tunai menyebabkan semakin banyak orang meninggalkan uang tunai/cash sebagai alat pembayaran dan memilih bertransaksi secara non tunai.

Demikian dikatakan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, Kamis (24/9/2020). Ia mengatakan hal ini tentunya mendorong peningkatan transaksi non tunai beberapa bulan terakhir. Pembatasan aktivitas ekonomi dan penerapan sosial distancing perlu dijawab dengan inovasi, sehingga kegiatan ekonomi dapat tetap berjalan dengan baik.

“Sebagai upaya untuk mendorong dan meningkatkan inisiasi digitalisasi di daerah, berbagai inovasi di area sistem pembayaran telah diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019 lalu, Bank Indonesia telah meluncurkan sistem pembayaran tanpa sentuhan atau kontak fisik menggunakan Qris sebagai hadiah kemerdekaan bagi bangsa, “katanya.

Ia menjelang QRIS bukan satu aplikasi, namun merupakan standar pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran menggunakan handphone. Dengan QRIS, pelaku usaha di pasar tradisional, pedagang ritel, UMKM maupun transaksi Donasi dapat menggunakan model pembayaran tanpa sentuhan atau kontak fisik secara non tunai dengan hanya satu macam QR Code.

“Dengan satu cara QR Code, bisa menerima dan dan menghubungkan pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun, baik dari bank atau non bank, bahkan dapat menerima dan menghubungkan pembayaran dari turis mancanegara. Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan sektor perdagangan khususnya di pasar tradisional secara umum dan tentunya akan mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha sehingga memperluas inklusi ekonomi dan keuangan, “ungkapnya.

Menurutmya, sampai dengan saat ini sudah terdapat 40 penyelenggara bank maupun non bank berizin dari Bi untuk menyelenggarakan QRIS. Sementara itu, jumlah pedagang yang telah menggunakan QRIS hingga 19 September 2020, mencapai 4,7 juta merchant di seluruh provinsi di Indonesia dan di 348 kota Kabupaten termasuk di Kepulauan Seribu dan Mentawai.

Baca Juga :  Kasus DBD Di Kota Kupang Belum Darurat

“Untuk provinsi NTT, sebanyak 27.292 pedagang sudah terdaftar dan menggunakan QRIS dan sebanyak 32% atau 8.787 pedagang diantaranya berlokasi di kota Kupang. Potensi peningkatan jumlah pedagang menggunakan QRIS masih cukup besar Jika dilihat dari total jumlah pedagang pasar dan UMKM di provinsi NTT, “katanya.

Kantor BI NTT memberikan apresiasi kepada Bank Rakyat Indonesia Cabang Kupang yang telah berupaya melakukan inovasi di tengah pandemi covid-19 dengan memfasilitasi pedagang pasar di Kota Kupang melalui website pasar tradisional dan mengimplementasikan QRIS dalam transaksi pembayarannya.

Peluncuran website pasar tradisional dengan pembayaran menggunakan QRIS ini merupakan yang yang pertama kali di provinsi NTT, yaitu di kota Kupang.

Selain itu, kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi NTT turut mendukung dan mendorong transaksi digital salah satunya melalui website ntt-maju.com. website ini diharapkan dapat memudahkan pengunjung maupun pencari informasi untuk memperoleh informasi pedagang pasar melalui Link website pasar BRI serta link pasar lainnya, pengusaha UMKM atau eCommerce UMKM lokal NTT, serta informasi tempat ibadah/sosial dalam melakukan donasi.

Kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi NTT berharap pedagang yang masuk dalam website pasar BRI akan semakin banyak dan transaksinya semakin meningkat. Hal ini Tentunya dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di kota Kupang yang yang saat ini sedang turun akibat pandemi covid 19.

Selain itu, kami berharap website ntt- maju.com dapat memberikan informasi secara lebih muda dan terpusat kepada masyarakat NTT sehingga masyarakat akan dimudahkan dalam melakukan transaksi pembelian dan pembayaran.

Baca Juga :  Progres Fisik Bendungan Temef 19,90 Persen Kupang

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dalam sambutannya menyampaikan saat ini Kota Kupang masih belum aman dari ancaman covid-19. Karena itu menindaklanjuti surat edaran Gubernur NTT, Wali Kota Kupang juga menurutnya telah mengeluarkan surat edaran yang kurang lebih sama isinya terutama terkait pembatasan-pembatasan yang memperketat penerapan protocol kesehatan. Website pasar BRI dan metode pembayaran melalui Qris merupakan salah satu solusi untuk membantu Pemkot dalam membatasi perjumpaan manusia secara langsung.

Atas nama pemerintah dan warga Kota Kupang, Wawali menyampaikan terima kasih kepada BRI dan BI yang telah menggagas konsep ini. Diakuinya era digitalisasi saat ini sebenarnya sudah diramalkan sejak tahun 1990-an lalu. Generasi saat ini menurutnya disebut sebagai generasi Y, yang dalam setiap aktivitas hariannya tidak dapat lepas dari gadget, termasuk dunia perbankan.

“Kalau dulu untuk transaksi perbankan orang harus antri di bank, lalu lewat anjungan tunai mandiri (ATM), sekarang lebih mudah lagi lewat mobile banking,” ujar Wawali.

Konsep digitalisasi ini menurutnya sejalan dengan salah satu program prioritas Pemkot Kupang yakni mewujudkan Kupang Smart City dan Kupang Bagaya Berprestasi. Bergaya yang dimaksudkannya di sini adalah kombinasi antara pengetahuan, teknologi dan mode. Pemasangan lampu jalan, pembangunan taman kota serta konsep smart city merupakan bagian dari mimpi besar itu.

Wawali menambahkan ke depan Pemkot Kupang sangat merespon pemanfaatan teknologi terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat (faster), berkualitas (better) dan murah (cheaper). Untuk itu dia mengajak segenap perbankan di Kota Kupang agar mau berkolaborasi dengan Pemkot Kupang dalam pemanfaatan teknologi untuk kepentingan masyarakat sebagai tujuan bersama. Rencananya Pemkot Kupang akan membangun plaza pelayanan yang memberikan pelayanan semua izin bagi warga Kota Kupang di bawah satu atap secara digital sesuai konsep smart city. Wawali mengajak pihak perbankan agar dapat turut ambil bagian dalam rencana tersebut.

Baca Juga :  UI Serahkan Bantuan Fentilator kepada Gugus Tugas Covid-19

Pimpinan BRI Cabang Kupang, Stefanus Juarto mengakui kegiatan ini mereka selenggarakan berkat dorongan dari BI untuk bersama memperkenalkan sistem pembayaran yang baru secara online maupun tidak tunai. Konsep website pasar BRI dan pembayaran melalui aplikasi Qris menurutnya bertujuan membantu memotong rantai penyebaran Covid 19, karena mengurangi tatap muka langsung dan penggunaan uang tunai menjadi non tunai baik dalam transaksi antara pedagang dan pembeli. Selain itu dengan transaksi non tunai semacam ini peluang peredaran uang palsu juga dapat diminimalisir.

BRI Cabang Kupang telah membuat website untuk masing-masing pasar yang ada di Kota Kupang dengan total jumlahnya 17 pasar. Para pembeli dapat memesan barang yang akan dibeli melalui website. Selanjutnya, pembeli akan membayar ke Agen BRILink dengan aplikasi Qris yang nantinya uang pembelian akan ditransfer ke rekening pedagang. Setelah pembayaran selesai, kurir akan mengantar barang pesanan ke rumah pembeli secara langsung.
Dengan mengakses website ini masyarakat tidak perlu ke pasar lagi. Sebagai penghubung antara penjual dan pembeli BRI juga telah bekerja sama dengan PD Pasar Kota Kupang yang menyediakan kurir pasar. Kurir inilah yang akan mengantar barang belanjaan dari pasar kepada pembeli di rumah masing-masing.

Kepada para pedagang, Stefanus meminta agar barang-barang yang dijajakan benar-benar berkualitas baik agar para pembeli tidak merasa kecewa atau tidak puas. Konsep ini sudah mereka uji coba penerapannya pada para pedagang di pasar dan menurutnya sebagian besar pedagang mengerti dan tidak kesulitan mengakses website ini. Dia berharap dengan adanya website ini transaksi jual beli makin meningkat dan perekonomian warga di Kota Kupang bisa lebih baik. (lya)

Comments

comments