BNN Provinsi NTT dapat Target 6 Laporan LKN

0
51

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di bidang pemberantasan menyampaikan bahwa di tahun 2020 target yang diberikan kepada BNNP NTT sejumlah enam Laporan Kasus Narkotika (LKN) selama periode 1 Januari sampai 31 Desember 2020.

Demikian dikatakan Kepala BNN Provinsi NTT, Brigjen Pol Teguh I. Wahyudi, Kamis (8/10/2020) saat jumpa pers dengan wartawan di Aula BNNP NTT. Ia mengatakan target yang diberikan BNNP NTT sebanyak enam LKN. Dari enam LKN tersebut sampai bukan Oktober ini kami sudah bisa mengerjakan sebanyak empat LKN dengan jumlah tersangka sebanyak tujuh orang.

“Jadi dari enam target yang diberikan kita sudah bisa merealisasikan sebanyak empat LKN dengan tujuh tersangka, “katanya.

Ia menjelaskan empat tersangka masih dalam proses hukum sidik belum P21.
Untuk barang bukti (BB) sabu sebanyak 0,5885 gram, sedangkan tembakau sebanyak kurang lebih 5 gram. Untuk barang bukti non narkotika tiga buah HP. Pasal yang kita kenakan pasal 114, pasal112, dan pasal 127 undang-undang no 35 tahun 2009. Dari tujuh tersangka tersebut inisialnya pertama IS, laki-laki, kedua AS, laki-laki, ketiga DS, laki-laki, RS, laki-laki, kelima AL, perempuan, LR laki-laki, DT, laki-laki.

Baca Juga :  Tingkatkan Ekonomi Nelayan, Dinas Perikanan NTT Gandeng Swasta

“Di wilayah NTT memang sejak saya bertugas disini mulai tahun 2018 sampai sekarang sudah dua tahun lebih setiap kami melakukan pengungkapan mereka masih sebatas penyalah guna jadi bukan pengedar dan semua itu pengedarnya berada diluar propinsi NTT, “tegasnya.

Menurutnya, tidak ada pengedar yang berdomisili atau menetap di NTT. Mereka rata-rata mendapatkan barang-barang tersebut melalui komunikasi menggunakan hp baik melalui WhatsApp maupun line dan sebagai. Selanjutnya barang dikirim lewat ekspedisi ada juga yang di masukan dalam barang-barang termasuk barang elektronik, buah melalui kapal, JNE, JNT ada juga melalui ekspedisi barang-barang resmi pakai container atau truk dimasukan dengan barang-barang seperti elektronik dan sebagainya. Jadi selama ini belum pernah kami menangkap pengedarnya di wilayah propinsi NTT selalu kita pengembangannya Surabaya, Jakarta, Bandung dan sebagainya.

“Dari tujuh tersangka ini yang proses hukum sebanyak empat orang yang tiga proses rehabilitasi karena tidak cukup bukti kalau kita paksakan nanti salah kita akan kena pra peradilan atau tuntutan balik, “ujarnya.

Baca Juga :  Komonitas Driver Online Kota Kupang Tuntut Grab Kembalikan Skema Insentif

Sementara itu Kabid bidang Berantas BNNP NTT, Juliana Beribe untuk ketujuh tersangka tersebut penangkapan yang pertama TKP di Kabupaten Belu,TKP Kota Kupang yang ketiga di Kabupaten Sikka, keempat di TTS hasil pengembangan di Kabupaten TTS kami melakukan penangkapan seorang tersangka lagi di Gresik Jawa Timur.

“Seperti yang dijelaskan Kepala BNNP NTT bahwa empat tersangka proses hukum tiga tersangka proses rehabilitasi karena pada saat penangkapan tersangka tidak ditemukan barang bukti ada padanya yang hanya urine positif dan pengakuan pelaku bahwa mereka menggunakan narkotika, “ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk masa pengintai atau penyelidikan realita ada yang tiga bulan, enam bulan, setahun tergantung informasi yang kami peroleh. Informasi dari masyarakat yang kami peroleh ada yang betul-betul pada saat di informasi itu sudah A1 dalam arti kebenarannya sudah 50%,70%,90%, tergantung informasi yang disampaikan masyarakat kepada kami.

“Kalau informasi yang disampaikan masyarakat bahwa itu masih 30% berarti membutuhkan waktu penyelidikan kurang lebih 6 bulan, setahun bahkan dua tahun kami harus melakukan penyelidikan secara rutin, “ungkapnya.

Baca Juga :  DPRD Kembali Minta Pemkot Segera Mengisi 176 Jabatan yang Lowong

Menurutnya, untuk empat tersangka proses hukum sampai dengan saat ini masih dalam proses penyidikan untuk tiga tersangkanya yang menjalani prose rehabilitasi dua di rehabilitasi di BNNP NTT dan satu orang di rehabilitas di Rumah sakit TC Hillers Maumere. Untuk rehabilitasi yang dikenakan yaitu rehabilitasi rawat jalan.Untuk penangkapan tersangka pertama pada bulan April 2020, tersangka kedua pada bulan Juni 2020, ketiga bulan Juli 2020, keempat bulan Agustus 2020, kelima bulan September 2020. (lya)

Comments

comments