BPS NTT Expose Data Pariwisata NTT

0
95

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengexpose data pariwisata dan perannya dalam perekonomian NTT. Expose sata ini sebagai bagian dari dukungan BPS sebagai satu-satunya instansi penyedia data rutin, untuk mendukung program pemerintah Provinsi NTT di bidang pariwisata.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Pelaksana, Maria Immaculata S Kera, Selasa (24/9/2019) di Kolbano Room Lantai I, Beer & Barrel Sotis Hotel. Menurutnya pemerintah NTT telah menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu pendorong utama perekonomian NTT.

Oleh karenanya focus program pembangunan saat ini pada sektor pariwisata harus dapat memberikan dampak perubahan perekonomian masyarakat NTT untuk saat yang akan datang.

“BPS sebagai satu-satunya instansi penyedia data secara rutin telah mengumpulkan berbagai jenis data pariwisata, diantaranya perhotelan, industri pariwisata, wisatawan nusantara dan sebagainnya,” katanya

Oleh karena itu melalui kesempatan ini, statistik pariwisata penting untuk didiseminasikan sebagai salah satu bentuk akuntabilitas instansi sebagai penyedia data berkualitas.

Expose Data Pariwisata ini bertujuan untuk menyajikan data pariwisata sebagai perumusan kebijakan pembangunan pariwisata NTT dan berkolaborasi dengan OPD dan media massa untuk mendiseminasikan statistik pariwisata

Baca Juga :  Walikota Ancam Pecat Kadis Perhubungan dan Staf

Sementara itu, Kepala BPS NTT Maritje Pattiwaellapia dalam sambutannya mengatakan aktivitas pariwisata di Indonesia sudah mulai tumbuh dan berkembang, bahkan mulai menjadi trend dan gaya hidup tersendiri dalam masyarakat sehingga kegiatan pariwisata diharapkan dapat menjadi sektor andalan yang mampu mengalahkan sektor-sektor ekonomi lain yang terkait.

“Pemerintah selain gencar menarik minat wisatawan mancanegara untuk meningkatkan devisa, juga sedang berusaha untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (Wisnus) meskipun wisnus tidak mendatangkan devisa bagi negara namun tidak bisa dipandang sebelah mata terutama kemampuannya dalam menggerakan perekonomian negara melalui peningkatan konsumen rumah tangga,” ujarnya.

Baru pada saat BPS mengadakan rakornas di Jogya kemarin informasi dari Kepala Bappenas mengatakan bahwa sektor pariwisata ini merupakan sektor yang luar biasa untuk pertumbuhan perekonomian tetapi ada fenomena yang sebetulnya menarik.

Ia menjelaskan ketika para wisman itu datang ke negara kita ada yang memang datang, dia belanja dan meningkatkan devisa kita dan berdampak juga untuk ekonomi. Tapi ada wisman tertentu dari beberapa negara juga dia datang sudah bawa makanannya sendiri. Dia tidak belanja di negara kita dengan sendiri dia tidak mengeluarkan uang banyak ke daerah kita ini juga satu fenomena yang kita perlu sikap bersama.

Baca Juga :  Baru 10 Ribu ASN Terdata Sebagai Peserta BPJS

“Saya tidak tahu apakah mereka kesini juga bawa makan atau tidak tetapi kita kemarin ada lakukan survei. Survei ini kita mengecek betul ada yang nama inbon dan outbon jadi wisman ini dia datang kita mendata sturuktur pengeluaran dia selama dia libur atau wisata di daerah kita,” katanya.

Menurutnya, dari data yang ada, ternyata pengeluaran terbesar wisma adalah untuk makanan, sehingga diharapkannya, kuliner-kuliner yang saat ini ada di wilayah NTT bisa terus bertumbuh.(lya/E3)

Comments

comments