Cosmas Lana Lantik Komisioner KPID NTT

0
213

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Asisten III Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Cosmas Lanan melantik dan mengambil sumpah komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT periode 2019-2022, di Aula Infokom NTT, Kamis (12/12/2019).

Pada kesempatan tersebut, atas nama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, Cosmas Lana mengucapkan terimakasih kepada komisioner KPID periode 2016–2019 yang sudah menjalankan perannya sebagai komisioner dan berharap semua yang sudah dikerjakan selama ini tetap memberikan semangat, dan kontribusi bagi komisioner KPID NTT periode 2019-2022.

Demikian dikatakan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten III Administrasi umum NTT, Cosmas Lana Kamis (12/12/2019) di Aula Infokom NTT.

“Saya juga mengucapkan provisiat kepada Desiana Rumlaklak, Fredrikus Royanto Bau, Gasim, Jack Lauw, Onesimus Yohanes Markus Luata, Yuliana Tefbana, Yosef Kolo dan salam atas pelantikannya. Berharap kiranya peran dari bapak-bapak ibu-ibu yang sudah dilantik semakin hari semakin memberikan kontribusi yang nyata bagi perkembangan informasi di NTT. Saya juga berterima kasih kepada DPRD NTT, juga kepada tim Seleksi yang telah melaksanakan tugasnya Dalam melakukan seleksi atas komisioner KPID NTT periode 2019-2022, “katanya.

Beberapa hari mendatang kita akan merayakan pesta Natal juga kita akan mengakhiri tahun 2019 ini dan kita akan segera memasuki tahun baru 2020. kepada kita semua yang sebentar lagi akan mengakhiri tahun 2019 dan akan masuk tahun baru.

“Saya juga berpesan marilah kita jadikan tahun 2019 ini sebagai tahun untuk kita refleksi apa yang sudah kita kerjakan dan kita memulai semangat baru komitmen baru di tahun 2020 dan seterusnya, “ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran lembaga penyiaran baik itu televisi maupun radio yang tentunya berperan didalamnya adalah lembaga atau komisi penyiaran Indonesia di daerah NTT ini memiliki peran yang penting peran yang strategis. Pentingnya peran strategis yang nantinya akan dilaksanakan oleh para anggota KPID NTT yang hari ini dilantik sampai dengan Tahun 2022 akan sangat ditentukan manakala melaksanakannya dengan penuh ketulusan dengan penuh keikhlasan dan dibarengi dengan semangat yang sudah ada dan Sudah dimiliki oleh NTT itu yaitu visi misi NTT untuk 2018-2023 yaitu NTT bangkit, NTT Sejahtera dalam bingkai NKRI.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Sosialisasikan SIOLA Kepada ASN

“Kita semua ketahui bahwa kerja-kerja dari KPID NTT juga KPI pusat bagaimana penegakan norma-norma dan kaidah-kaidah penyiaran karena dari norma-norma dan kaidah-kaidah penyiaran itulah akan menghasilkan sejumlah nilai dan nilai-nilai itu adalah antara lain nilai keharmonisan, nilai-nilai kesusilaan,nilai-nilai sosial atau nilai-nilai budaya lainnya yang musti kita junjung tinggi yang musti kita pertahankan dan satu nilai yang betul-betul mesti kita kembangkan pada hari hari akan datang yaitu nilai nilai yang bersesuaian dengan kepantasan , kepatutan dan budaya NTT, “katanya.

KPID NTT akan melaksanakan tugas-tugasnya, fungsinya kerja-kerjanya untuk menjamin agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, informasi yang baik untuk pengembangan diri, kemanusiaan baik secara personal maupun secara komunitas dan dengan pengembangan tersebut saya percaya saya yakin maka masyarakat kita akan memasuki satu tahapan masyarakat uang memiliki peradaban yang lebih baik

NTT juga memiliki keragaman budaya, keragaman bahasa kemudian keragaman kebiasaan-kebiasaan yang tersebar di 21 Kabupaten dan satu Kota.
keragaman-keragaman ini patut diwartakan, patut disiarkan dan karena itu saya minta kerjasama yang baik dengan para Komisioner dalam KPID NTT kiranya senantiasa memperhatikan media-media penyiaran terhadap setidak-tidaknya dua hal yang pertama yaitu yang berkaitan dengan konten-konten penyiaran yang patut,pantas yang nanti akan disiarkan oleh berbagai media. berkaitan dengan jam penyiaran saya minta supaya para komisioner yang tergabung dalam KPID 2019-2022 ini benar-benar memperhatikan dua hal tersebut supaya masyarakat kita masyarakat yang kita layani benar-benar mendapatkan nilai-nilai tertentu terutama nilai-nilai edukatif yang bisa mendorong peningkatan dalam kesahajaanya, keseharian hidupnya sehari-hari. Disamping itu juga kami minta kepada semua anggota KPID NTT untuk tetap mematuhi fakta integritas yang telah ditandatanganinya dan juga kembali mengaktifkan lembaga-lembaga penyiaran yang sudah tidak aktif lagi atau kurang aktif termasuk untuk memperhatikan semua syarat-syarat atau persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh aturan yang berlaku.

Baca Juga :  98 Peserta Ikut Ambil Bagian dalam Sayembara Logo dan Mars Pesparani

Kepada para anggota KPID NTT saya juga meminta untuk.mendatangi organisasi-organisasi perangkat daerah memfasilitas mengkoordinasikannya dengan lembaga-lembaga penyiaran agar semua yang patut dipublikasikan bisa diketahui secara baik secara luas oleh masyarakat NTT karena apapun juga undang-undang tentang Keterbukaan Informasi mengharuskannya seperti demikian. saya juga meminta para komisioner yang tergabung dalam KPID NTT membangun satu komitmen dengan OPD-OPD untuk senantiasa melakukan pelayanan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik untuk menyerap berbagai aspirasi dan mewartakan itu semua bagi kemaslahatan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT sesuai dengan semangat atau spirit visi NTT bangkit menuju masyarakat NTT yang sejahtera. saya juga berharap para anggota KPID NTT melakukan kerjasama dengan Balai monitor Kementerian kominfo untuk mendukung kelancaran dan suksesnya proses proses penyiaran di NTT yang lebih berkualitas. Saya memberikan satu titipan kepada para komisioner yang tergabung dalam KPID NTT yaitu yang berkaitan dengan kiranya saudara-saudara yang tergabung dalam KPID NTT bisa lebih memperkenalkan nilai-nilai penyiaran yang mempererat, mempersatukan masyarakat terutama masyarakat NTT yang ada di 22 kabupaten/kota ini menjadi masyarakat yang memiliki peradaban yang tinggi. Berikanlah layanan informasi yang patut dan pantas supaya masyarakat NTT yang kita layani ini menjadi lebih baik pada hari-hari yang akan datang.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Bagikan Paket Sembako Kepada Wartawan di Kupang

Ketua KPI Pusat Agung Supryo mengatakan Komisi penyiaran Indonesia (KPI) berdiri atas undang-undang penyiaran UU no 32 tahun2002. Di dalam UU no 32 ditulis bahwa KPI bertugas mengurusi segala hal tentang penyiaran. Dari hulu sampai hilir tentang penyiaran itu diurusi oleh KPI.

“Kalau kita bicara KPI ada dua yang pertama KPI Pusat dan yang kedua adalah KPID. Apa saja operasional dari segala hal penyiaran yang maha luas ini, “katanya.

Ia menjelaakan, tugas KPI dalam UU no 32 ikut berperan serta dalam membangun infrastruktur penyiaran. Ini hulunya infrastruktur penyiaran karena kalau tidak dibangun infrastruktur tidak akan ada penyiaran. Tugas KPI adalah ikut memberikan ijin atas berdirinya lembaga penyiaran. Jadi kalau NTT ini masih kurang lembaga penyiaranya sehingga pesan-pesan dari pemerintah NTT tidak berkomunikasi ke masyarakat maka wajib KPID NTT untuk kemudian melanjutkan permohonan berdirinya lembaga penyiaran

“Ada empat jenis lembaga penyiaran di dalam UU no 32 pertama lembaga penyiaran publik ini identik dengan TVRI dan RRI ada lembaga penyiaran publik lokal ini yang biasanya di miliki oleh pemerintah propinsi baik radio maupun televisi. Yang kedua lembaga penyiaran swasta, yang ketiga adalah lembaga penyiaran komunitas bedanya dengan swasta kalau radio komunitas radiusnya 2,5 kilometer yang keempat lembaga penyiaran berlangganan seperti tv kabel yang di berikan ijin prosesnya itu oleh KPI baik’ KPI pusat maupun KPID,” ujarnya.(lya)

Comments

comments