Dandim 1601/Sumba Timur Himbau Paslon Utamakan Kepentingan Masyarakat

0
50

KIBLATNTT.COM, WAINGAPU — Komandan Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur, Letkol Czi. Dwi Joko Siswanto, menghimbau dua pasangan calon (Paslon) yang maju dalam Pemilukada Kabupaten Sumba Timur tahun 2020 ini, Kristofel Praing-David Melo Wadu dan Umbu Lili Pekuwali-Yohanes Hiwa Wunu mementingkan kepentingan masyarakat Sumba Timur dalam masa kampanye Pemilu yang akan berlangsung mulai 26 September hingga 5 Desember mendatang.

Menurutnya, para Paslon kepala daerah di wilayah Sumba Timur telah melewati pentahapan penetapan Paslon dan pengundian nomor Paslon. Tanggal 26 September sd 5 Desember 2020 adalah pentahapan kampanye masing-masing Paslon.

Karena itu, sangat dibutuhkan kearifan para calon kepala daerah karena masa kampanye ini masih berada dalam masa pandemi Covid-19. Artinya ancaman masih dapat muncul dalam pelaksanaan kampanye jika dilakukan secara masif oleh masing-masing Paslon.

“Apabila seorang pemimpin mementingkan masyarakat umum sudah seyogyanya pemimpin tersebut justru tidak mengajak massa pendukung untuk berkampanye dan berkumpul, karena dengan berkumpulnya massa akan berpotensi besar dalam penambahan jumlah terpapar Covid-19,” tegasnya.

Baca Juga :  NTT Jadi Contoh Kehidupan Bertoleransi di Indonesia

Dijelaskannya, pengumpulan massa ini cenderung justru memunculkan indikasi bahwa pemimpin lebih mementingkan dirinya sendiri, pilkada saat ini adalah sejarah bagi bangsa Indonesia karena berada dimasa Pandemi Covid-19, justru seharusnya dapat melahirkan pemimpin yang adaptif dan mampu mengikuti perubahan dengan bijak dan cerdas, pemimpin yang memiliki inovasi dengan tanpa mengumpulkan massa namun program visi dan misi dapat tersampaikan kepada masyarakat.

“Kontestasi yang ada di masa pandemi ini jadikan ajang untuk menunjukkan kemampuan dari masing-masing para peserta Pilkada Bupati dan Wakil Bupati. Lebih saya tekankan mari utamakan kesehatan masyarakat. Bagaimana seorang pemimpin terpilih akan menjalankan program-program apabila rakyat sakit, menderita tidak bisa kemana-mana karena dibatasi, akan menjadi suatu keniscayaan bahwa kondisi kesehatan masyarakat ini berpengaruh langsung terhadap implementasi program yang digalakkan para calon kepala daerah. Penerapan protokol kesehatan adalah harga mati bagi pelaksanaan pilkada serentak saat ini. Saya mengajak kepada para paslon jangan mengumpulkan massa dalam berkampanye ,berinovasilah dalam menyampaikan program-program, visi dan misi anda sehingga tetap dapat diketahui oleh masyarakat. Kemampuan para paslon dituntut dalam hal ini, perlu adanya perubaham metode dalam berkampanye bukan mengumpulkan massa mungkin dapat dilakukan dengan person by person, rumah ke rumah dengan tetap melaksanakan 3 M (Mencuci tangan,  Memakai masker dan Menjaga jarak) tentunya,” tandasnya.(*/lya)

Baca Juga :  Memasuki Musim Tanam, MDT Imbau Masyarakat Persiapkan Lahan

Comments

comments