Debit Air Bendungan Raknamo Sudah Mencapai 4 Juta Kubik

0
4624

Kupang — Bendungan Raknamo yang terletak di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2018 lalu yang menelan dana mencapai Rp760 Miliar, saat ini telah beroperasi dengan volume air yang ada tersedia sudah mencapai 4 juta meter kubik dari daya tampung sebesar 14,09 juta meter kubik.

“Sekarang sudah terisi 4 juta meter kubik air dari daya tampung sebanyak 14 juta kubik. Diperkirakan 2 tahun mendatang atau dua kali musim hujan baru bisa terisi penuh,” kata Pejabat Pembuat Komitmen proyek pembangunan Bendungan Raknamo Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Dua, Frangki Welkis di Kupang, Selasa (27/3/2018).

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya sedang memikirkan upaya untuk mengantisipasi kekurangan volume air dalam tubuh bendungan bila terjadi musim kemarau. Sebab untuk memenuhi volume bendungan yang berkapasitas 14 juta meter kubik air tersebut maka dibutuhkan paling kurang dua kali musim hujan dengan intensitas cukup.

“Untuk mengisi kekurangan 10 juta meter kubik air agar memenuhi daya tampung 14 juta di Bendungan Raknamo, dibutuhkan waktu sekurang-kurangnya dua tahun atau dua kali musim hujan dengan intensitas cukup,” jelasnya.

Baca Juga :  Wagub Ajak Masyarakat Galakkan Revolusi Hijau

Saat ini katanya, petani disekitar bendungan telah meminta ke pihak pengelolah bendungan agar tetap membuka pintu air agar areal persawahan mereka tetap digenangi mengingat saat ini tanaman padi petani sudah mulai berisi sehingga membutuhkan air yang cukup.

Bendungan Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT merupakan salah satu bendungan dari tujuh bendungan yang akan dan sementara dibangun oleh pemerintah pusat di provinsi NTT yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional untuk mengatasi masalah air baku. (lya/qi)

Comments

comments