Dinkes Kota Kupang Berikan Formula RUFT Kepada Balita Gizi Buruk

0
29

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Mencuat angka kasus anak bawah lima tahun (balita) penderita gizi buruk di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Dinas Kesehatan (dinkes) lakukan penanganan pemberian fomula Ready to Use Therapeutic (RUFT) atau makanan pemulihan berupa makanan siap saji padat, bentuk pasta diperkaya dengan zat gizi berupa vitamin dan mineral .

“Bentuk penanganan gizi buruk, pertama telah dilakukan pemberian makanan tambahan sekaligus RUTF sesuai aturan,” kata Kepala Dinas Kesehatan kota Kupang, Retnowati, rabu, (23/92020).

Menurut dia, RUFT menjadi salah satu penanganan bagi balita gizi buruk yang akan diberikan sesuai dengan kondisi balita, bagi kondisi balita yang tidak dapat menerima RUTF maka akan dilakukan perawatan di Rumah Sakit (RS). Diberikan RUFT dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Jika berat badan telah membaik akan dipulangkan pada keluarga.

Sedangkan penanganan stunting dilakukan pendidikan ibu dan pola asuh anak, pemberian makanan tambahan atau makanan di rumah yang di sajikan dengan pola bersih dan beragam, lingkungan dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih.

Baca Juga :  BKD Target Pemasukan PBB Capai Rp 1,5 Miliyar

“Ini semata mata bukan tugas dinas kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan kembali pada keluarga. Jika air bersih juga tidak ada, lalu balita sering sakit, apalagi diare, pasti berat badannya cepat turun maka kembali menjadi gizi buruk,”ujar Retnowati.

Data Dinkes Kota Kupang, anak penderita gizi buruk dari tahun 2018 sebanyak 218 kasus, 2019 sebanyak 353 kasus dan tahun 2020 sebanyak 796 kasus. Sedangkan kasus stunting atau balita dengan kondisi tubuh pendek dan sangat pendek tercatat tahun 2018 sebanyak 3.426 kasus, 2019 3.892 dan di tahun 2020 naik menjadi 5.151 kasus.

“Dilihat dari angka kasus memang terus terjadi peningkatan, namun bukan berarti pemerintah atau Dinkes tidak maksimal dalam upaya pencegahan dan pengendalian,” tambah Retnowati.

Hal tersebut terkuak setelah Dinkes kota Kupang gencar melakukan program Penanganan Gizi Buruk Terpadu (PGBT) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Menurut dia, dengan adanya dua program tersebut kasus balita gizi buruk dan stunting makin banyak di temukan.

Baca Juga :  Wagub Lepas 27 Pengungsi Afganistan

Untuk pencegahan dan penanganan masalah gizi buruk dan stunting Dinkes Kota Kupang telah melakukan beberapa strategi penanganan yakni pemberian tablet tambah darah bagi para calon ibu dan ibu hamil, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu dan biskuit, mendorong pemberian ASI ekslusif 23 bulan dan penanganan RUFT bagi balita gizi buruk.(lya)

Comments

comments