Dishub Kota Kupang Siap Benahi Arus Transportasi Barang dan Jasa

0
174

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kupang siap untuk membenahi arus transportasi barang dan jasa di Kota Kupang, untuk menjadi lebih baik. Sebagai ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kepadatan penduduk dan peningkatan jumlah kendaraan setiap saat menjadi tantangan tersendiri.

“Kita menginginkan arus transportasi barang dan jasa di kota ini musti lancar, tertib, dan teratur. Tetapi harapan kita ini tentunya harus kita sesuaikan dan upayakan segar bertahap,” jelas┬áKepala Dinas Perhubungan Kota Kupang Bernadinus Mere Rabu (18/12/2019) di ruang kerjanya.

“Walaupun saya tau kota ini adalah pusat perlintasan ke daerah lain baik dari udara maupun dari laut tambah lagi beban kota ini yang sudah ada sekitar 539 penduduk dengan tidak adanya pembatasan kendaraan semua ada di kota ini. Sehingga inilah kondisinya, ini masalahnya. Saya tentu mengurai ini satu persatu. Mulai pelan-pelan baik secara internal saya tau ini kita punya petugas walaupun secara kuantitas dia cukup banyak 156 tapi juga secara kualitas perlu kita benahi karena mereka tidak hanyalah sekedar patung di jalan tapi kita ingin untuk supaya memberikan edukasi yang cukup, memberikan penjelasan, memberikan informasi karena kita di sini sosialisasi regulasi dan operasi kita ngomong regulasi mesti di informasikan, disosialisasikan, secara terus-menerus, “katanya.

Baca Juga :  Hotel Sasando Tunggak Air Rp 195 Juta

Menurutnya, karena para pengguna jalan kita ini kan mereka yang penting punya kendaraan tetapi pengetahuan mereka soal berkendaraan yang baik berlalu lintas yang baik. Ada hak orang ada hak kita di jalan dia menggunakan jalan yang namanya memiliki publik itu ada banyak peluang-peluang yang akhirnya mereka harus melakukan pelanggaran maka upaya kita adalah selain informasi sosialisasi termasuk melakukan rekayasa jalan itu adalah upaya kita makanya kalau pagi kita mencoba untuk kirim petugas, beberapa tempat ada yang tutup ada yang harus kita tambah dengan traffic blog itu dalam rangka untuk mengurangi peluang mereka untuk melakukan kesalahan, pelanggaran. misalnya di tempat-tempat cross taruhlah yang sekarang di depan sylvia ada sebagian orang yang memberikan apresiasi positif tapi ada juga satu dua orang yang mengkritik bahwa itu terlalu tinggi dan macam-macam.

Tapi kita sebenarnya untuk mengurangi peluang mereka untuk melakukan pelanggaran kalau misalnya kita tetap biarkan tampak ada traffic blog maka petugas kita harus stand by. Berapa kuat tenaga padahal kita mau supaya orang itu dengan rambu saja itu menjadi polisi, menjadi tugas supaya mereka bisa melakukan bisa taat pada aturan karena memang ada rambu yang sudah disiapkan disitu. Makanya kita tutup di situ cross yang langsung antar pasar dengan apa namanya itu dikurangi termasuk disini perempatan kembar yang di lampu merah jadi itu juga dalam rangka untuk mengurangi

Baca Juga :  Progres Fisik Bendungan Temef 19,90 Persen Kupang

“Saya tahu bahwa memang ada banyak pihak yang musti terlibat bersama-sama. Saya omong beginikan saya dari satu pihak tapi kita ingin untuk supaya keterlibatan banyak pihak terutama mereka para pemilik angkutan. Kita mau supaya mereka juga harus tau tentang aturan berlalulintas tapi juga ijin mereka untuk trayek itu ijin kan ijinya dari terminal ke terminal fakta sekarang mereka tidak sampai ke terminal. Jadi satu minggu terakhir ini saya paksa untuk sampai di atas itu karena memang kita minta untuk supaya mereka harus sampai di terminal dan kita minta untuk batasi pick up -pick up tidak boleh lagi masuk ke pasar sebenarnya kalau pun masuk hanya bisa pada malam hari kalau siang hari mereka tidak boleh apa lagi mereka sampai mengangkut orang itu tidak boleh pick up itu hanya bisa muat barang. Sekarang terjadi adalah mereka muat orang maka inilah menjadi tugas kami. Saya satu minggu lebih di atas pagi-pagi itu harus berhadapan dengan mereka-mereka itu dan saya minta untuk saya punya petugas itu keras karena berdasarkan pertama perijinan mereka itu tidak ada yang masuk di pasar ini ijin kabupaten Kupang hanya pasar di Oelomi saya bilang silakan kamu cari di Oelomi lalu mereka beralasan kita ini mau masuk di Kupang. Saya bilang di Belo pun itu adalah Kota Kupang dan ini tempat yang kami sediakan. Kalau misalnya pak dirangsang masuk itu masuk di tambah angkut orang itu masalahnya.(lya)

Baca Juga :  Tiga Dinas Terima Sertifikat SNI ISO 9001:2015

Comments

comments