Dispendukcapil Kota Kupang Bakal Kesulitan Maksimalkan Pelayanan

0
46

KIBLATNTT.COM, KUPANG —┬áDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kupang masih akan kesulitan dalam memaksimalkan pelayanan kependudukan kepada masyarakat Kota Kupang di tahun 2020 mendatang. Pasalnya Dispendukcapil Kota Kupang hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 Miliar pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Kupang tahun 2020.

Kepala Dispendukcapil Kota Kupang, Agus Riri Masse menyampaikan hal ini kepada media ini Kamis (21/11/2019) di ruang kerjanya. Ia mengatakan, Dispendukcapil tidak akan dapat melakukan tugas-tugas rutinitas administrasi kependudukan berkaitan dengan akta kelahiran, Kartu Keluarga (KK) akta kematian, Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) maupun surat keterangan lainnya secara maksimal dengan alokasi anggaran yang dinilainya minim tersebut.

“Kita lakukan setiap saat tugas rutinitas kita seperti itu, ditambah dengan program-program inovasi lainnya yang kita buat untuk menjemput bola ke masyarakat, dengan perekaman KTP-El kepada orang disabilitas, maupun sekolah-sekolah, termasuk pelayanan terintegrasi yang kami mau lakukan di tahun depan pasti tidak bisa maksimal kami lakukan,” katanya.

Baca Juga :  Karang Taruna Kelurahan Airmata Juara

Untuk melaksanakan program-program terintegrasi tersebut, Dispendukcapil Kota Kupang membutuhkan tambahan sarana prasarana tambahan komputer dan printer yang baik, maupun penambahan tempat duduk di setiap loket bagi masyarakat, termasuk dengan pembagian loket untuk setiap kecamatan yang ada di Kota Kupang, lengkap dengan petugasnya, agar antrian pelayanan masyarakat bisa dibagi.

“Kita mau ada pembagian pelayanan per kecamatan. Jadi misalnya si A datang mengurus kartu keluarga penambahan anggota keluarga yang baru lahir, kita bisa langsung kasih kartu keluarga, sekaligus kita cetak KIA dan akta kelahiran anaknya. Jadi masyarakat tidak perlu bolak balik kesini untuk mengurus tiga dokumen itu, tetapi cukup satu kali datang,” jelasnya.

Bahkan menurut mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang ini, pihaknya juga merancang program Artis alias Antar Gratis kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang sudah memproses dokumen kependudukannya di Kantor Dispendukcapil dan tidak bisa membawa langsung dokumennya, tidak perlu lagi kembali ke Dispendukcapil untuk mengeceknya kembali. Karena akan ada petugas dari Dispendukcapil yang mengantarnya ke rumah. Namun program ini juga membutuhkan dukungan sarana-prasarana yang memadai, sehingga dengan anggaran yang terbatas ini, program ini akan sulit dijalankan.

Baca Juga :  Baru 10 Ribu ASN Terdata Sebagai Peserta BPJS

“Kita butuh sepeda motor dengan box seperti petugas pos untuk mengisi dokumen kependudukan masyarakat yang terbagi per kelurahannya. Jadi minimal satu kecamatan satu kendaraan, dengan operatornya masing-masing. Tetapi karena keterbatasan anggaran seperti ini, kita pasti kesulitan melakukan program Artis ini,” jelasnya.

Kesulitan lain yang masih akan menjadi permasalahan di Dispendukcapil Kota Kupang ke depan adalah makin terbatasnya kuota keping blanko KTP-El un t k setiap kabupaten/kota yang hingga saat ini masih berlalu yakni 500 keping per bulan. Sementara kebutuhan pencetakan KTP-El bagi masyarakat Kota Kupang masih cukup tinggi. Bahkan jumlah blanko KTP-El sebanyak 500 keping itu bisa habis dalam satu minggu pelayanan jika mesin cetaknya berjalan maksimal.

“Kalau blanko KTP-El ini habis dalam satu minggu, artinya tiga minggu lainnya setiap bulan, kami harus mengeluarkan surat keterangan perekaman bagi masyarakat. Itu artinya kami membutuhkan dukungan ATK (Alat Tulis Kantor), khususnya kertas yang banyak untuk bisa melayani masyarakat. Jadi blanko KTP-El ini memang masih menjadi masalah nasional yang belum terselesaikan sampai saat ini. Namun kami harus tetap berusaha untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dengan menyediakan surat keterangan tadi,” tegasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Baru di Undana Wajib Ikut Tes Narkoba

Diharapkannya dengan komunikasi yang terus dibangunnya dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kota Kupang, Dispendukcapil Kota Kupang bisa mendapatkan tambahan anggaran untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang, khususnya dalam urusan dokumen kependudukan yang terus menjadi masalah dari tahun ke tahun.

“Kami terus berkomunikasi dengan TAPD dan juga teman-teman DPRD dengan permasalahan yang kita hadapi disini (Dispendukcapil, Red). Karena sebenarnya kami juga butuh mobil untuk bisa menjangkau masyarakat di pinggiran seperti Kelurahan Naioni, Fatukoa, maupun Manulai II. Supaya masyarakat tidak harus membuang biaya transportasi yang besar untuk datang kesini,” tandasnya.(lya)

Comments

comments