DPRD Kota Kupang Minta Penjelasan Pengalihan Dana Rp 11 Miliar

0
83

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) meminta penjelasan terkait dengan program pengalihan banjir dan kegiatan pembangunan tembok penahan dengan dana Rp 11 miliar lebih apakah ini dana insentif daerah (DID) atau dana Hibah.

Demikian dikatakan Anggota DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli, Rabu (30/9/2020) saat sidang Badan Anggaran (Banggar).

“Saya minta penjelasan terkait program pengalihan banjir dengan kegiatan pembangunan tembok penahan apakah itu dana DID atau dana hibah, “katanya.

Menurutnya, dana Rp 11 miliar ini untuk tembok penahan mau berapa paket yang mau dikerjakan. Kalau 11 miliar itu harus pakai proses tender sekarang tanggal 30 September 2020 besok tanggal 1 Oktober 2020 sebentar kita penutup sidang tetapi anggarannya belum bisa di eksekusi harus ada proses lanjutan lagi. Ketika di tetapkan masih ada tahapan evaluasi, masih ada penetapan perdanya, masih ada penjabaran, perwali artinya bahwa mungkin sampai dengan pertengahan Oktober baru kita bisa efektif melaksanakan anggaran ini, “ungkapnya.

Ia mengatakan, apakah mampu pekerjaan ini bisa diselesaikan dalam sisa waktu tahun berjalan kurang lebih dua bulan setengah bisa tidak ini persoalan buat kita.

Baca Juga :  Gubernur NTT Minta Pemkot Kupang Beri Perhatian Serius Masalah Sampah

“Kalau saya sangat bersyukur bahwa ada anggaran 11 miliar yang kita dapatkan untuk melaksanakan kegiatan dengan pasti, sudah pasti bahwa dia berpihak kepada masyarakat apapun kegiatannya itu pasti dia berpihak kepada masyarakat tetapi persoalannya kita sebagai penyelenggara pemerintah di daerah adalah waktu pelaksanaannya sehingga harus bisa di jelaskan apalagi Badan penangan Bencana ini bukan instansi teknis seperti pekerjaan umum ataupun perumahan rakyat. Apakah disitu didukung aparatur sipil negara yang punya kualitas teknis ini juga soal, “ujarnya.

ia mengakui memang nanti jawabannya bahwa kita menggunakan konsultan perencana dan konsultan pengawas.

“Kalau saya sih tidak masalah-masalah saja. Saya bersyukur kita dapat anggaran ini tapi Kepala BPBD Kota Kupang harus bisa menjelaskan dan menyakinkan kami disini bahwa ketika hal ini di setujui bapak mampu melaksanakan secara baik karena kalau melaksanakan dalam durasi waktu yang singkat dan terburu-buru saya jamin kualitasnya akan di pertanyakan itu persoalan buat kita. Yang tadi saya bilang saya bersyukur bahwa ada anggaran ataupun kegiatan-kegiatan yang berpihak pada masyarakat tetapi tidak bisa dengan alasan itu kemudian kualitasnya kita tidak dapat tidak bisa seperti itu, “tegasnya.

Baca Juga :  Pembukaan Destinasi Wisata Perlu Penegasan Protokol

Sehingga pada kesempatan ini seijin pimpinan saya ingin mendapatkan informasi dari Kepala BPBD untuk menyakinkan apakah bisa durasi waktu yang sisa ini bisa dilaksanakan secara baik atau tidak belum lagi proses tendernya gagal Iskan pasti banyak orang ikut kalau proses tendernya gagal soal lagi

Kepala Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Jemy Didik, mengatakan dana 11 miliar ini dana Hibah. Untuk pekerjaan tembok penahan di Oesapa kelanjutan dari pekerjaan dua tahun yang lalu. Dana ini setelah hasil dari Kemenkeu
revisi BNPB dan pekerjaan ini dikerjakan sampai dengan tahun depan bukan hanya untuk dua bulan ini.

“Sejak Agustus kami telah menyelesaikan semua dokumen yang ada dan dari BNPB melalui Menkeu telah mentransferkan uang ke KUD kita dan uangnya sudah ada dan sudah di tenderkan pekerjaannya dan sementara kalau tidak ada halang mungkin minggu pertama dari bulan Oktober pekerjaan sudah bisa di laksanakan dan tahapannya sampai dengan tahun depan pekerjaan ini tidak dalam waktu dua bulan ini, “katanya. (lya)

Baca Juga :  Penerimaan Cata TNI-AD Ikut Terganggu Penyebaran Covid-19 di Indonesia

Comments

comments