DPRD Kota Kupang Pantau Proyek Penanaman Pohon Tahun 2019

0
84

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang melakukan pantauan dengan dinas terkait, PPK dan kontrak mengenai penanaman pohon 5970 pohon tahun anggaran 2019

Demikian dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Tellendmark Daud, Kamis (3/9/2020). Ia mengatakan mengenai penanaman bunga kertas dengan pohon kelor. Bunga kertas yang di tanam dengan panjang median yang begitu kecil kemudian panjang kurang lebih seratusan meter artinya penanan pohon kertas di anggap terlampau banyak.

“Jumlah bunga kertas yang 955 ditanam di spesies yang kecil menurut kita artinya bahwa harusnya itu ditanam dengan jarak yang cukup lah seperti yang ada pada median jalan di seputaran kantor walikota itu kan penanamannya kurang lebih hampir satu meter dia punya jarak karena yang ditanam itu bunga kertas yang sudah besar tetapi yang disitu itu di tanam kalau mau di bilang itu bukan pohon bunga kertas karena bunga kertas bisa juga di katakan pohon karena dia bisa tumbuh besar dan yang di tanan itu stek bunga kertas sehingga kita memaklumilah pada saat itu di tanam dengan jarak yang tidak terlampau jauh 10 senti,”katanya

Ia menjelaskan jadi kalau seandainya memang dia panjang ruas yang ditanam itu berkisar sekitar 150 meter itu kalau dibagi saja 10 senti ya 1500 steak tetapi kenyataannya itu kan sudah jarak entah itu tidak tahu seperti apa tetapi menurut penjelasan PPK pada saat serah terima kedua itu masih kondisi dengan jarak tanam yang 10 senti tapi kenyataannya.

Baca Juga :  Permudah Pembayaran Pajak Secara Online, Dirjen Pajak Terbitkan E-Billing

“Kita tidak tahu itu dicuri orang atau tapi yang pasti kita lihat bahwa penanamannya terlampau dekat.
Tapi tidak masalah kalau memang itu jumlah pohon bunga kertas sesuai dengan volume ya artinya ini perlu dievaluasi sehingga kedepan tidak lagi jarak tanam yang di pakai itu dekat seperti itu sehingga anggaran yang digelontorkan juga bisa bermanfaat untuk memperindah kota dengan luasan yang cukup itukan terlalu kecilkan artinya cuma kalau mau dihitung kalau seratusan meter kemudian di tanam Pohon kertas dengan anggaran 50 juta kurang lebih kalau satu pohon bunga kertas itu Rp50.000 berarti ada 1000 pohon yang di tanam kurang lebih Rp 50 juta kasihan juga Rp 50 juta kemudian spesies yang ditanam cuma pendek itu menjadi evaluasi PPK, “ujarnya.

Menurutnya, pohon kelor diharapkan kita setelah melihat ke lapangan itu harusnya penanaman itu dengan perjanjian terhadap pemilik lahan artinya bahwa setelah ini di serah terima dia harus bisa merawat itu sampai dengan tumbuh besar. kemudian juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di sekitar situ artinya dilihat dari tingkat keberhasilan hidup contoh yang ini dianggap 100 persen hidup dengan1053 pohon kelor dianggap 100 persen.

Baca Juga :  Mantan Panglima TNI Meninggal Dunia

“Tetapi yang kita evaluasi itu tadi ketika ditanam di lahan milik masyarakat apalagi dengan jumlah yang besar tentunya harus dengan Perjanjian-perjanjian bahwa setelah ini diserahkan serah terima maka dia juga harus bisa merawat sampai dia tumbuh kemudian juga bermanfaat bagi masyarakat sekitar situ atau mungkin juga bisa dengan pola lain bawa itu diberikan kepada misalnya Kelurahan sikumana masyarakat sikumana diberikan pohon satu kepala keluarga (KK) misalnya 10 pohon jadi ada unsur pemerataan jangan di satu orang saja yang punya lahan itu evaluasi kita kedepannya harus seperti itu, “ungkapnya.

Ia juga menjelaskan kalau tingkat keberhasilan bisa dikatakan untuk kelor bisa 80% karena yang tidak tumbuh tadi yang di lokasi penanaman yang 100 pohon tumbuhnya dua puluhan tetapi dalam volume yang besar dihitung persentase sekitar 80%

PPK penanaman pohon, Ferry J Wokas mengatakan dana untuk penanaman pohon Rp1,7 miliar lebih dengan total jumlah keseeluruhan pohon sebanyak 5970 pohon dengan rincian trambesi 750 pohon, Ketapang Kencana 833 pohon, sepe 1251 pohon, kelor 1803 pohon, bunga kertas 1333 pohon.

Semua disana berdasarkan konsul kontrak dan kontrak kerja berakhir pada tanggal 21 Desember 2019 kemudian ada masa pemeliharaan sampai dengan 1 April 2020. pada realitanya saya bikin 100 hari Karena saya hanya harus cek dulu apakah semua pada posisi masa pemeliharaan itu masih ada yang tidak beres atau bagaimana saya harus cek dulu ternyata setelah dicek ada beberapa pohon yang harus diganti jadi masa pemeliharaannya sampai 100 hari jadi berakhirnya 1 April 2020 dengan kondisi semuanya 100 persen malah ada beberapa item yang sampai dengan 103,8 persen itu misalnya bunga kertas dari 1333 tertanam itu 1832 pohon kemudian sepe dari satuan dikontrak itu mestinya 1251tapi tertanam itu 1291 jadi semua diatas kontrak.

Baca Juga :  BKD Target Pemasukan PBB Capai Rp 1,5 Miliyar

“Memang saya juga tidak melihat dinas lepas tangan tapi mungkin keterbatasan sarana mobil tangki untuk penyiraman dia harus siram tanaman lagi siram bunga-bunga di taman jadi dengan Armada yang hanya tiga atau empat unit tangki barangkali bisa saja pohon yang tersentuh air itu mungkin seminggu satu kali atau barangkali dua minggu satu Kali baru tersentuh air. Kalau saya tidak bicara itu karena kewenangan saya sampai di tanggal 1 April 2020 penyerahan kedua selanjutnya sudah tangggung jawab dinas jadi tanggung jawab pengawasan dan perawatan, pemeliharaan, “katanya. (lya)

Comments

comments