DPRD Kota Kupang Sesalkan Program Kupang Hijau Tidak Sesuai

0
46

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Realisasi pengadaan pohon dalam program Kupang Hijau tidak sesuai kesepakatan saat usulan dan dibahas bersama DPRD bahwa pohon akan didatangkan dari Kediri. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Thobias Pandie, Selasa, (6/10/2020) di ruang Komisi.

“Dalam merealisasi pengadaan pohon yang kita ketahui bersama di komisi III bahwa pohon-pohon itu dari Kediri, sehingga dapat kita pastikan satu pohon bisa mencapai Rp2 juta dengan pertimbangan harga pohon, dan biaya ekspedisi hingga perawatan,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang,

Menurut dia, harga satu pohon disetujui seharga Rp2 juta, karena saat pengusulan oleh dinas dikemukakan bahwa pohon itu akan didatangkan dari luar NTT dengan beberapa item yakni harga pohon, biaya pengangkutan, pelaksanaan pekerjaan hingga perawatan, namun setelah program berjalan jenis pohon yang ada merupakan pohon lokal.

“Setelah berjalan, kita melihat bahwa jenis pohon-pohon yang ada merupakan pohon lokal. Kalau pohon lokal berarti tidak ada biaya ekspedisi. Ini jadi pertanyaan,” kata Pandie.

Baca Juga :  Kunker ke Dinas Pendidikan, Komisi IV DPRD Kota Kupang Apresiasi Go WTP

Anggota komisi III, Adrianus Tali menyayangkan pernyataan Kadis Kebersihan dan Lingkungan Hidup Kota Kupang yang mengaku tidak menahu terkait asal pohon itu, karena saat pengusulan di komisi dengan jelas dikatakan pohon-pohon tersebut didatangkan dari luar NTT.

“Kepala Dinas jangan berkelit, jangan bilang tidak tahu menahu asal pohon, karena saat penyampaian di komisi jelas dikatakan asalnya dari Kediri, sehingga harga pohon tersebut capai Rp2 juta,” kata Adi Talli.

DPRD kota Kupang menyetujui anggaran sebesar Rp 3,9 milliar untuk pengadaan lima jenis pohon antara lain Trambesi, Angsana, Ketapang Kencana, Beringin, Sepe dan pohon Taduk dengan harga satuan mencapai Rp2 juta untuk total sebanyak 1.308 batang pohon. (lya)

Comments

comments