Ego Wilayah Semakin Menguat, RWT Siap di Antar Ke Senayan

0
556

Tambolaka — Partai NasDem di daerah Pemilihan NTT II khususnya Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) nampak lebih mengutamakan ego wilayah demi mengantar putra dan putrinya sendiri ke kursi DPR RI tahun 2019.

Hal itu terbukti dengan semakin menguatnya dukungan terhadap Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST Calon Anggota DPR RI nomor urut 6 dapil NTT II dari partai Nasdem dalam pertemuan terbatas di Desa Sangu Ate, Kecamatan Wewewa Barat, SBD dalam acara pertemuan terbatas Caleg Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI partai Nasdem, Sabtu (2/2/2019).

“Selama ini tidak ada kader dari Sumba Barat Daya, kita hanya penyumbang suara untuk kader dari luar, tetapi sekarang tidak. Ego wilayah harus kita kedepankan untuk kader Sumba Barat Daya khususnya putri Sangu Ate Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST. Selama ini, SBD bahkan Sumba hanya sebagai penonton bahkan penyumbang suara untuk orang luar. Tetapi kali ini tidak, SBD bukan penonton tetapi pemain politik,” tegas Petrus Bulu Lede mewakili keluarga Desa Sangu Ate.

Petrus mengaku, orang luar mengatakan bahwa suara rakyat Kabupaten SBD mudah di beli dengan uang. Saat ini rakyat SBD harus sadar dan mau merubah paradigma yang selama ini di pakai untuk merubah stigma politik dari mereka-mereka yang hanya mau membeli suara kita.

Baca Juga :  Pelantikan BPC GMKI, Adi Lalo : Jadilah Angin Yang Menciptakan Gelombang

“Tidak usah kita sumbangkan suara lita kepada mereka yang tidak memperhatikan wilayah kita. Bertahun-tahun kita di bilang bahwa rakyat SBD mudah di beli dengan uang, tetapi kali ini saya tegaskan bahwa kita harus mengembalikan stigma yang ada di SBD. Mari kita dukung Ibu Ratu ke senayan,” paparnya.

Ratu Ngadu Bonnu Wulla, ST yang akrab di sapa Ratu Wulla Talu mengaku dirinya masuk sebagai Calon Anggota DPR RI bukan karena keinginannya, namun itu merupakan perintah partai yang harus di jalankannya.

“Bukan keinginan saya mau mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI, tetapi itu perintah partai yang saya harus turuti. Memang awalnya saya ingin mencalonkan diri di DPRD Kabupaten, namun tanpa saya ketahui partai Nasdem melakukan survey melihat kader yang memiliki potensi untuk maju ke DPR RI. Dan saya di nilai mampu sehingga partai memanggil saya menyiapkan berkas untuk mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI, dan terbukti partai meloloskan saya dan mendapat nomor urut 6,” jelasnya.

Menurut Ratu untuk membangun NTT tidak cukup dengan kader yang ada di DPRD Kabupaten/Kota maupun DPRD Provinsi. Tetapi perlu ada kader atau Anggota DPR RI yang mampu bersuara di tingkat pusat demi kepentingan NTT.

Baca Juga :  Peran Pendamping Penting Dalam Meningkatkan Mutu Hidup ODHA

“Kita harus berjuang lewat partai politik, kenapa karena saat ini kita berada dalam sistem. Kalau kita di luar, kita berteriak dengan suara keras tidak ada yang tanggap, tetapi jika kita ingin melakukan perubahan maka kita harus berada dalam sistem. Sistem seperti apa yang kita harus masuk, Negara dan UUD mengakui 3 pilar Kekuasaan. Yang pertama adalah Eksekutif yaitu pemerintah yang melakukan eksekutor semua program-program yang sudah di sepakati bersama, yang kedua adalah Legislatif yaitu DPRD mereka yang melakukan penganggaran, melakukan fungsi kontrol, fungsi legislasi membentuk kebijakan-kebijakan yang pro terhadap rakyat, pro terhadap potensi masyarakat. Yang ketiga adalah lembaga Yudikatif yaitu lembaga hukum baik itu TNI/Polri, Jaksa, Hakim,” papar Ratu.

Ia mengaku Politik sudah menjadi pilihannya dan untuk melakukan perubahan dirinya harus masuk lewat jalur DPR. Untuk tahun 2019 ada pemilihan DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, DPD dan Presiden yang akan di pilih.

“Di DPRD Kabupaten dan Provinsi kewenangan terbatas, sedangkan DPR RI adalah pusat dari semua yang masyarakat butuhkan. Apa bila kita ingin melakukan perubahan terhadap kebijakan, merubah UU itu ada di DPR RI. DPR Kabupaten dan DPRD Provinsi tinggal mengikuti apa yang sudah di ketok di DPR RI. Dan apa bila kita ingin masuk dalam sistem kita harus berada di DPR RI sebagai pengambil kebijakan. Di DPR RI kita bukan pergi duduk-duduk saja, tetapi bagaimana kita harus masuk sebagai pengambil kebijakan penganggaran sehingga anggaran yang ada bisa sampai ke daerah, seluruh wilayah kesatuan Negara Republik Indonesia harus mendapatkan hak yang sama di Republik ini,” tegasnya.

Baca Juga :  Kontraktor CV. Rasa Sayang Terkesan Tidak Bertanggung Jawab

Lanjut Ratu, anggaran yang ada di daerah belum cukup untuk membangun daerah, baik dari Provinsi sampai ke Kabupaten dan Desa. Sehingga Sumba Barat Daya (SBD), Pulau Sumba, NTT pada umumnya harus mempunyai keterwakilan yang mampu bersuara di DPR RI sehingga kedepannya NTT, khususnya Sumba Barat Daya mendapat perlakuan yang sama dengan daerah-daerah lainnya.

“Kita di daerah ini belum ada kemampuan karena sumbernya hanya berasal dari Pajak. Belum ada sumber-sumber asli pendapatan daerah lain, kenapa karena infrastrukturnya belum di tata. Kalau infrastrukturnya sudah di tata, maka kita bisa mengelola sumber-sumber pendapatan asli daerah yang nanti kita kelola untuk pembangunan. Maka rakyat harus menghendaki keterwakilan kader sebagai penyambung lidah rakyat, penyambung suara rakyat yang akan bersuara di DPR RI sehingga NTT sampai ke Sumba Barat Daya mendapat pelayanan yang sama seperti daerah lainnya,” pinta Ratu. (alf/qi)

Comments

comments