Gandeng Sejumlah Dokter Alumni UI, TP PKK NTT Lakukan Pemeriksaan RDT Gratis

0
67

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Tim PKK Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Kupang, dan mengandeng beberapa dokter Alumni Universitas Indonesia (UI) seperti dr Agnes Lomi Gah, dan dr Domi Mere mengadakan kegiatan rapid test gratis di Kelurahan model PKK, Kota Kupang yaitu Kelurahan Manutapen.

Demikian dikatakan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Selasa (10/11/2020) di Aula Kantor Lurah Manutapen. Menurutnya Kelurahan Manutapen adalah desa model, Kelurahan model di kota Kupang dan seluruh kabupaten desa model. khususnya di kota Kupang Kelurahan model yaitu Kelurahan Manutapen ini adalah Kelurahan model yang pertama kami PKK tahun 2019-2020 tahun depan ada lagi di tempat lain kalau tidak salah di Lasiana.

“Programnya sangat banyak sekali yang sudah jalan sama seperti desa model yang pernah saya utarakan di kelurahan model, “katanya.

Ia mengatakan khusus untuk hari ini memang kami inisiatif TP PKK NTT melihat bahwa keadaan pandemi covid-19 sudah mulai dari bulan Maret sampai dengan sekarang dan belum tahu sampai kapan covid-19 akan berakhir badai kini belum berlalu.

“Awalnya kami melihat bahwa di NTT lumayan bagus ditangani oleh pemerintah khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT dan kabupaten setempat yang ditangani sangat bagus sekali sehingga kita sempat waktu itu kita zona hijau dan mendapat pujian dari Presiden, “ujarnya.

Ia menjelaskan tetapi belakangan ini karena memang kita sudah “buka untuk umum” sehingga keluar masuknya sekarang sudah mulai ada peningkatan sehingga juga otomatis Kalau tidak salah datanya dari provinsi tiap hari ada data terupdate. Total positif covid-19 sampai dengan kemarin 9/11/2020 sebanyak 787 kasus di seluruh NTT dan khusus untuk Kota Kupang terbanyak 153 kasus dan trennya tiap hari ada penambahan karena memang kota Kupang menjadi kapitalnya sehingga transaksinya semua disini, mau kemana juga di kota Kupang otomatis resiko memang lebih tinggi sehingga melihat grafik itu dan mengkuatirkan kami PKK.

“Ada banyak sekali yang lolos di skrining atau pada saat dia keluar masuk di pelabuhan atau di bandara Tapi masalahnya orang tanpa gejala (OTG) sekarang Kalau tidak salah tinggi sekali sehingga kita orang awam merasa sehat tetapi ternyata ada virus tersebut di dalam tubuh kita. Itu yang saya kuatir sehingga kami berinisiatif untuk supaya membantu untuk bisa mulai dari yang kecil dulu rapid test jadi hari ini kami mengadakan rapid test massal, “ungkapnya.

Baca Juga :  Tinju Dunia NTT Memperebutkan Lima Sabuk Juara

Menurutnya, rapid test ini memang khusus koordinasinya dengan puskesmas setempat karena kami hanya bisa memfasilitasi tapi kami bukan orang medis sehingga kami butuh bantuan dari puskesmas setempat dan kepala puskesmasnya sudah mengatur untuk supaya satu hari ini di kelurahan Manutapen. Mudah-mudahan bisa bertahap karena kami memang inisiatornya dari kami tapi kami ini anggarannya sudah berjalan susah sehingga kami puji Tuhan sekalian melalui Alumni Universitas Indonesia mereka yang asal dari NTT termasuk dr Domi Mere mereka terbeban tenaga mereka tidak punya tapi mereka punya hati untuk supaya mengadakan alatnya di jembatani oleh kami TP PKK NTT tenaganya oleh Dinas kesehatan setempat disini.

“Jadi ini sinergitas Lurah Manutapen adalah sebagai kepala daerah disini dan Lurah yang mengatur kira-kira di prioritaskan mana-mana dulu yang memang orangnya yang berhubungan dengan masyarakat banyak. Jadi Lurah yang punya lapangan, yang punya rumah saya serahkan ke Lurah yang mengatur.

Memang covid-19 sendiri kalau menurut saya baca di beberapa artikel dia bukan suatu virus yang benar-benar sangat Fatal sekali. Mungkin saya bandingkan dengan virus-virus lain kayak AIDS atau HIV dan segalanya itu mungkin lebih tinggi dan lebih fatal. Tetapi kalau covid-19 dengan sabun saja bisa luntur hanya memang butuh kedisiplinan. Kita harus disiplin, “tegasnya.

Menurutnya, disiplin juga tidak terlalu repot tidak harus kita dari ujung kepala sampai ke ujung kaki tapi cukup kita 3M yang mana dari pusat kita disosialisasikan harus memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“3M ini saya minta untuk tolong disosialisasikan khususnya di Kota Kupang ini supaya memakai masker ini menjadi protapnya jangan sampai lupa dan harus rajin cuci tangan dan harus menjaga jarak. Kita bisa sama-sama melawan pandemi ini melalui disiplin kita liat negara lain itu Kenapa cepat dan kencang karena memang mereka tidak disiplin. Saya takut kota Kupang ini mereka pernah mendapat penghargaan bahwa pernah zona hijau terus kita jadi lengah,.”ungkapnya.

Hari ini kebetulan hari pahlawan Nasional sehingga saya mau supaya melalui kita para kaum perempuan untuk bisa menjadi pahlawan-pahlawan yang memerangi covid-19 jadi tugasnya masing-masing kalau yang di kesehatan tugas bagaimana antisipatif kesehatan, kalau wartawan melalui sebarkan berita dan saya berharap melalui ini masyarakat yang di kelurahan Manutapen tidak ada yang reaktif Kalau memang adapun juga tidak masalah karena kita siap memfasilitasi sampai sembuh.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Miliki Program Inovasi Bedah Rumah Tidak Layak Huni

Karena sekarang Dinas Kesehatan oke sekali, tingkat kesembuhannya tinggi sekali karena memang kemarin ada beberapa yang mungkin Tuhan panggil bukan karena covid-19 nya kalau tidak salah karena ada penyakit lainya yang menggerogoti. Saya berharap warga di sini juga jangan sampai ketakutan karena mau di rapid test. Mungkin itu tugasnya Lurah dan kepala Puskesmas dan PKK setempat untuk mensosialisasikan bahwa lebih kita mendeteksi dini tau kita punya kondisinya supaya antisipasi dari pada kita tidak tau tiba-tiba fatal seperti itu.

Kenapa perlu di rapid test karena mereka berurusan dengan menyiapkan setiap pagi makan untuk anak-anak sehingga itu sangat penting sekali yaitu satu mereka di sosialisasikan oleh Puskesmas setempat jaga protokol dan pada saat menyiapkan awal di dapur menyiapkan makan tersebut sampai menyajikannya dan membagikannya. Jadi memang tidak berjalan secara fisik sekolahnya tetapi orang tua dan anak mereka setiap hari bawa rantangnya ambil makannya dan bawa pulang jadi itu PMT tetap berjalan dan itu salah satu yang kita wajibkan di rapid test

Lurah Manutapen, Andy Akbar mengatakan yang akan kita rapid test sasarannya adalah aparat di Kelurahan Manutapen karena kami melakukan pelayanan disini secara kontinyu, guru-guru di SD karena walaupun libur mereka tetap melakukan pembelajaran kunjungan, ibu-ibu kelompok pemberian makanan tambahan karena setiap hari walaupun kita covid-19 tapi program pemberian makanan tambahan tetap jalan karena akan di ambil dan juga kita tetap menggunakan protokol Kesehatan lokasinya ada di SD Inpres di depan kantor Lurah.

Kepala Puskesmas Manutapen Kota Kupang, Haryono mengatakan kegiatan rapid test massal di Kelurahan Manutapen petugasnya ada lima orang mereka akan kita bagi secara teknisnya sehingga kita usahakan supaya masyarakat tidak berkerumun tetap mengikuti protokol Kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi sebelumnya di berbagai kegiatan- kegiatan posyandu, gereja di masyarakat dalam hal ini untuk mencegah atau memutuskan mata rantai covid-19 di Kota Kupang satu yang kami tekankan selain 3M istilah 4M menjaga imunitas makan makan yang sehat, vitamin supaya badan kita tetap fit karena kita seharian melakukan aktivitas kita tidak tahu kita seharian menghadapi orang yang terkontaminasi dengan virus covid-19, “katanya

Baca Juga :  Mindset Harus Global, Tetapi Harus Tetap Cerminkan Jadi diri Lokal

Menurutnya, dengan adanya transmisi lokal tentu kita harus super hati-hati. Seperti kita lihat ibu Gubernur sampaikan trennya setiap hari naik, Kota Kupang setiap hari ada yang terkonfirmasi positif. Ke seharian kita yaitu tetap harus melakukan 3M tadi jangan sampai kita lengah kapan pun di manapun kita harus memakai masker menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun itu wajib hukumnya setiap kali kita mengadakan pertemuan yang berhubungan dengan orang banyak hari ini kita akan melakukan rapid test dengan jumlah peserta 100 orang mudah-mudahan hasil dari rapid test jikapun ada yang reaktif kita juga akan tindak lanjut ke Dinas kesehatan dan juga Dinkes NTT dengan mereka mungkin akan di lakukan Swab dan lain sebagainya.

Alumni Universitas Indonesia, Agnes Lomi Gah mengatakan karena kecintaan terhadap masyarakat kita melihat ada terjadi kasus covid-19 jadi kami beberapa teman yang Alumni berpikir kira-kira kita bisa bantu apa untuk NTT.

” Kita tidak bisa dari kapasitas, kemampuan sehingga kebetulan saya dengan dr Domi Mere alumni dari UI Kami mencoba berkontak dengan fakultas kedokteran UI Kemudian kita juga di suport oleh teman-teman dari Dinkes NTT juga sehingga proses pengurusan donasi rapid bisa sampai di kota Kupang jadi donasi yang pertama 1000 kami distribusi ke Dinkes Kota Kupang dan itu telah di pakai. Kemudian kita lobi lagi ke prof Tania Wati dari FKUI menyatakan bahwa ternyata ada sisa tapi ada di propinsi lain jadi prof bilang telpon saja semua propinsi jadi di kumpulkan di Jakarta kirim ke NTT lagi jadi kita dapat kiriman 1000 saya terus terang berterima kasih sekali kepada ibu Gubernur idenya bagus sekali dan kepedulian untuk membantu di Kota Kupang saya awalnya ini rapid test di kantor tapi tiba-tiba ada ide untuk Kelurahan Manutapen jadi Lurah saya mohon maaf karena saya merasa mengabaikan sekali Kelurahan Manutapen dan saya bersyukur karena kita kerjasama sinergi itu dalam waktu singkat dan persiapannya terlalu minim tapi semuanya bisa tercapai. Sekiranya rapid test ini bisa bermanfaat untuk masyarakat NTT dan luar biasa begitulah cara kita bekerja berkolaborasi, bersinergi, saya pikir covid-19 bisa kita perangi, “katanya. (lya)

Comments

comments