Gubernur Prihatin Bendungan Lambo belum Terealisasi

0
7278

Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya mengungkapkan rasa penyesalannya sehubungan dengan belum terealisasinya pembangunan bendungan Lambo, di kabupaten Nagekeo. Padahal, bendungan Lambo itu memiliki kapasitas daya tampung sangat besar mencapai 57 juta meter kubik air.

Penetapan bendungan Lambo masuk dalam tujuh proyek strategis nasional di NTT, tujuannya untuk menyiapkan berbagai sarana infrastruktur yang dapat menunjang aktivitas masyarakat. Terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Gubernur, pihaknya sudah berkali-kali ke Nagekeo untuk membicarakan rencana pembangunan bendungan Lambo, tetapi masyarakat setempat belum mau menerima rencana pembangunan bendungan tersebut.

“Apabila bendung tersebut telah dibangun maka masyarakat bisa membuka lahan persawahan, pertanian, peternakan, dan bahkan bisa menjadi tempat periwisata, dan yang terpenting, adalah ketersediaan air baku”, katanya.

Untuk diketahui, rencana pembangunan bendungan Lambo di Kabupaten Nagekeo, hingga kini masih terkendala soal pembebasan lahan karena masyarakat adat setempat masih belum memberikan lahan seluas 431 hektar.

Tujuh bendungan yang telah diprogramkan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Program Strategis Nasional yakni, bendungan Raknamo di kabupaten Kupang, Rotiklot di kabupaten Belu, Napun Gete di Sikka, Temef di Timor Tengah Selatan, Lambo di Nagekeo, Manikin di kabupaten Kupang dan bendungan Kolhua di Kota Kupang yang rencananya akan dialihkan ke kabupaten Belu. (lya/qi)

Baca Juga :  Motivasi Siswa-siswi Belajar, HMJ Matematika Undana Gelar Lomba CCM‎  ‎

Comments

comments