Herman Man Terima Peserta Eliminasi Malaria

0
52

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man menerima peserta eliminasi malaria se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Kupang, Rabu (27/11/2019). Dalam kesempatan tersebut Herman Man mengajak semua peserta untuk bekerja keras menghilangkan malaria dari bumi NTT.

“Selamat datang peserta pertemuan lintas sektor dan lintas program dalam rangka assessment eliminasi malaria di Kota Kupang. Kalau kita mampu menghilangkan malaria dari bumi NTT dari bumi Indonesia itu menunjukkan bahwa profesi kita itu hebat. Jadi kita berbangga dengan profesi kita mampu menyehatkan orang dari salah satu aspek,” tegas Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man, Rabu (27/11/2019) di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang. Ia mengatakan malaria ini penyakit yang orang katakan dari segi ekonomi ekologi glosnya sangat tinggi termasuk di NTT.

“Satu hari orang malaria dia tidak masuk kerja itu sudah kurang berapa dia bergerak lima enam kali sehari itu sudah berapa sebagai warga NTT sudah miskin di miskinkan lagi apalagi makin seringnya penyakit malaria ekonomi glosnya sangat tinggi. Saya kebetulan dokter dan saya juga berbicara sebagai pemerintah karena saya lebih bicara sehatnya bangsa saya masyarakat saya, “katanya.

Sehat ini ada nilai ekonomisnya yaitu produktif jadi jangan sampai mereka kena malaria dia absen kerja tidak tangkap ikan tidak jualan, kiosnya di tutup. Karena itulah sejak tahun lalu Pemerintah Kota ngotot sekali untuk mengeliminasi berbagai penyakit yang kronis termasuk malaria berkaitan dengan produktifitas ini tugas kita sebagai kepala daerah dalam kampanye itu selalu ingin mensejahterakan.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Sosialisasikan SIOLA Kepada ASN

Sementara itu ketua tim eliminasi malaria, Winarno mengatakan kita juga berharap dalam waktu yang singkat juga eliminasi malaria di propinsi NTT. Tentu saja kami terima kasih sebesar-besarnya kami dapat kepercayaan untuk bersama -sama melakukan preview melakukan evaluasi bahwa program kita selama ini sudah berjalan dengan baik mudah-mudahan apa yang kita harapkan bahwa Kota Kupang nanti dalam rangka target untuk menuju eliminasi malaria ini memang betul bisa kita tercapai

“Saya sangat berterima kasih karena hadir teman-teman di ujung tombak para kepala puskesmas dan juga para pengelola program lainnya yang tentu saja bahasa kita musti sama dalam menuju eliminasi malaria. Apa yang harus kita lakukan tidak lain zona hanya ada beberapa hal yaitu terkait bagaimana menemukan kasus malaria secara komkom, pengobatan tepat ini saya kira instrumennya sudah ada SOP sudah ada dan mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan dengan baik kemudian dari sisi lain bahwa dengan kasus yang ada parasit yang kita temukan tentu saja bisa kasus yang rileks atau kasus yang datang dari luar kota Kupang ini tetapi kemungkinan juga bisa dari dalam, “katanya.

Menurutnya, wilayah kita ini adalah wilayah yang memang di daerah tropis dimana seperti penularan malarianya anuplus dan itu bisanya berada disekitar kita.

“Kita tidak akan bisa membasmi secara keseluruhan tetapi kita bisa mengendalikan, bisa mencegah dari gigitan nyamuk tersebut dan semaksimal mungkin mudah-mudahan itu bisa kita laksanakan kalau kita penemuan dengan tepat dan pengobatan tetap maka itu sebenarnya modal kita kemudian kita bisa melindungi diri dari gigitan nyamuk tersebut, “ujarnya.

Baca Juga :  IWAPI Harus Terlibat Dalam Memajukan Ekonomi

Oleh karena itu kalau untuk gigitan nyamuk atau lingkungan kita tentu saja bukan hanya jajaran kesehatan tetapi ini pekerjaan kta semua bagaimana memperbaiki lingkungan yang baik

mudah-mudahan ini juga menjadi bagian kita dalam rangka untuk.menuju kita agar kita lebih bersinergi malaria.

sebagai modal dasar kita untuk bebas malaria kita di Indonesia targetnya 2030 kita harus sudah semua wilayah bebas malaria. untuk menuju ke situ tentu saja Indonesia sangat besar kita bandingkan dengan tetangga kita yang terdekat di Timor Leste

Timor Leste sudah menjadi suatu negara Tetapi dia penduduknya hanya memiliki satu jutaan tetapi timor Leste sudah maju dia sudah mau mendapatkan untuk bebas malaria. Timor Leste pernah menjadi bagian dari kita.maka kita.musti juga walaupun kita negara yang sangat besar tetapi kita menuju ke sana karena itu menjadi

“Ada beberapa pendekatan tentu saja untuk menuju Indonesian yang bebas malaria. Satu pendekatannya tentu kita yang paling ujung di kabupaten kota kita ingin melakukan pembebasan serfikasi untuk kabupaten kota yang bebas malaria. Kemudian setelah itu tentu saja semua Kabupaten di NTT ini juga harus kesana maka satu persatu NTT yang mempunyai target 2023 untuk bebas malaria maka harus menyiapkannya semua Kota Kabupaten harus menyiapkan kita sepakat dan itu perlu kita sepakati bersama, “ungkapnya.

Baca Juga :  Rastra Kota Kupang Segerah Disalurkan

Oleh karena itu terkait dengan pekerjaan selama beberapa hari ini yang sebenarnya sudah di lakukan oleh bapak ibu sekalian kami tinggal.melakukan klarifikasi saja mudah-mudahan saja
Salah satu syarat eliminasi malaria
Modal kita ada tiga bahwa API selama tiga tahun terakhir harus sudah berada di bawa satu, untuk mengkonfirmasi maka selain positiflednya itu juga harus tidak boleh lebih dari lima persen artinya harus kurang dari lima persen oleh karena itu slide -slide yang kita kumpulkan mustinya slidenya sudah dari yang tersangka yang menunjukkan gejala kemudian yang positif tidak boleh lebih dari 5% mudah-mudahan ini juga untuk di kota

Di kota Kupang menuju sudah dilaksana hanya satu ini yang sangat penting bahwa tidak boleh ada kasus tidak ada kasus penularan setempat boleh ada tapi kalau misalnya datang dari luar walaupun dan saya kira mungkin masih ada karena di kota ini banyak fasilitas yang menjadi Pemuda ngundang rumah sakitnya baik laboratorium fasilitas kesehatan yang dari luar menuju kota ini termasuk rrujukannya. kita harus menyakinkan benar kami sebenarnya meyakinkan saja bahwa kasus-kasus yang ada itu betul-betul bukan kasus penularan setempat marilah kita sama-sama untuk yakin mudah-mudahan dalam waktu tiga tahun terakhir menghitung dari tahun 2018, 2017, 2016. Bisa juga yang sekarang hampir akhir tahun jadi kita mulai dari November 2019 tiga tahun kebelakang itu kita coba melihat.(lya)

Comments

comments