Hotel Sasando Tunggak Air Rp 195 Juta

0
728

Hotel Sasando memiliki tunggakan pembayaran air di PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang sebesar Rp 195 juta. Tunggakan ini merupakan yang terbesar dari semua pelanggan PDAM Kabupaten Kupang.

Demikian dikatakan Dirut PDAM Tirta Lontar Kabupaten kupang, Yoyarib Mau Kamis (20/02/2020) di ruang kerjanya. Ia mengatakan selain Hotel Sasando Lippo juga mempunyai tunggakan sekitar Rp 7-8 juta.

“Kita bersurat ke pihak manajamen untuk melakukan pertanggung jawaban terhadap besaran penunggakan yang ada kemudian kita ada tindak lanjut nanti kemudian apakah amnesty itu kita berlakukan atau tidak.

Ia menjelaskan, tapi artinya amesty itu lebih di utamakan kepada rakyat miskin tapi bagi mereka lembaga bisnis tidak mungkin kalau pakai buat kepentingan bisnis dapat untung kemudian kita gratiskan tidak mungkin. Ada pengecualian.

” Kemarin kita lakukan persuratan artinya ketika saya masuk baru pertama kali bersurat untuk di tujukan ke mereka, “tegasnya.

Menurutnya lippo itu baru menunggak dua bulan yang paling lama itu Hotel Sasando hampir satu tahun mereka tidak bayar katanya mereka sedang proses peralihan manajamen tapikan pembayaran tetap harus di lakukan karena ada pemakaian kecuali hotelnya di tutup. Sehingga mau manajeman baru atau lama tetap harus di pertanggung jawabkan

Baca Juga :  Gubernur VBL: Teknologi Informasi Memegang Peranan Penting

“Kita akan memberikan surat tegur pertama, kedua kalau tidak di gubris pasti dengan sendirinya kami akan mengambil tindak lanjut hukum. Kemarin itu belum sempat kesitu kami pikir ini untuk kebutuhan mereka kalau distopkan pasti tidak bagus sehingga masih ada tolerir mungkin dalam satu dua hari ini kami akan mencoba untuk follow up lagi, ujarnya.

Sementara General Manager (GM) Hotel Sasando, Yanto Kore Mega yang dihubungi media mengaku bahwa tunggakan tersebut terjadi pada manajemen yang lama. Dia mengatakan, sejak Hotel Sasando diambil alih oleh Pemprov NTT lewat PT Sasando, maka sejak saat itu pihaknya tidak pernah menggunakan air dari PDAM Kabupaten Kupang.

“Jadi perlu kami luruskan bahwa tunggakan itu terjadi pada manajemen yang lama. Seperti diketahui, sejak Hotel Sasando diambil alih oleh Pemprov NTT. Kami yang manajemen baru ini tidak pernah pakai air dari PDAM Kabupaten Kupang lagi. Saat ini kami sudah bekerjasama dengan PDAM Kota Kupang untuk kebutuhan air. Jadi bukan hanya tunggakan air PDAM saja. Banyak hutang seperti hutang pajak yang ditinggalkan oleh manajemen yag lama,” jelas Yanto Kore Mega.

Baca Juga :  Pemkot Kupang Segera Launching Mobil Penyapu Jalan

Terpisah, Plt Komisaris PT. Flobamor, Hadi Djawas meminta GM Sasando untuk segera berkoordinasi dengan Dirut PDAM Kabupaten Kupang dalam mencari jalan terbaik menyelesaikan persoalan tersebut. “Sasando adalah anak perusahaan dari PT Flobamor. Kita minta GM Sasando bisa koordinasi dengan Dirut PDAM untuk mencari solusi terbaik” saran Hadi Djawas. (Lya)

Comments

comments