Ikut Terdampak, Dunia Perbankan butuh Perhatian Pemerintah

0
45

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Dengan adanya pandemi Covid-19 ini semua aktivitas sangat terhambat sekali dan masalah berat karena dengan covid-19 ini. Pemerintah salah satu yang di berikan perhatian masalah perbankan.

Demikian dikatakan Komisaris utama BPR Christa Jaya, Chris Liyanto, Rabu (22/7/2020) di ruang kerjanya. Ia mengatakan karena dari awal walesiden sudah bilang pasti banyak kredit yang macet sehingga pemerintah sudah merencanakan untuk memberikan jalan keluar bagi masalah yang dihadapi oleh perbankan.

“Walaupun dari awal presiden sudah ngomong tapi sampai dengan hari ini apa yang di sampaikan presiden itu belum turun dan dirasakan oleh pihak perbankan bahwa ada bantuan dana stimulus yang membantu ke para nasabah yang terkena dampak Covid-19 melalui kebijakan subsidi bunga tiga persen atau enam persen ke nasabah itu melalui bank tapi sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda.kita lihat Pak Jokowi ketemu menteri marah-marah tapi kita cuma kalau yang disampaikan oleh Presiden juga bahwa nantinya OJK akan memberi kebijakan relaksasi, “katanya.

Baca Juga :  Informasi Analisis Kondisi Perbankan Nasional adalah Hoax

Menurutnya, relaksasi itu sebetulnya hanya peraturan-peraturan saja jadi hanya memberikan keringanan keringanan, sedikit kebebasan, kelonggaran sedikit relaksasi bagi bank untuk melaksanakan itu dan tidak disalahkan oleh OJK.

“Karena selama ini kalau kita melakukan kebijakan yang tujuannya mau membantu masyarakat atau nasabah yang kredit itu. kadang tidak boleh oleh OJK. Jadi kalau orang tidak bisa bayar gitu terus kita kasih resturisasi nggak begitu kadang tidak boleh oleh OJK. Makanya kemarin di bolehkan dalam bentuk relaksasi itu, “ujarnya

Ia menjelaskan, jadi relaksasi itu hanya bersifat pelonggaran peraturan supaya bank bisa lebih bebas bernegosiasi dengan nasabah untuk menyelesaikan kredit bermasalah atau kredit yang macet.

“Kalau kayak kita, kebanyakan nasabah saya orang yang jual beli mobil untuk taksi-taksi, sewa rental mobil dan sebagainya atau kebanyakan juga ada yang berkaitan dengan hotel dan restoran dengan adanya pandemi Covid-19 ini restoran, hotel, pariwisata, airport pesawat tidak jalan berarti tidak ada yang bisa jalan jadi biasanya mereka beli mobil cicil dari hasil itu dengan adanya pandemi Covid-19 mereka tidak bisa bayar, tidak bisa cicil ya sudah tanpa ada kebijakan relaksasi dari OJK sebetulnya kita biasa juga kasih kebijakan tapi kebijakan yang kita kasih ke nasabah itu kadang tidak boleh nanti di salahi kita.
Jadi kemarin presiden bilang jangan disalahin bahkan di anjurkan tidak boleh memberikan supaya kita bank dengan nasabah yang macet itu bisa ada negosiasi untuk diperpanjang jangka waktunya. Kita tidak paksa nasabah harus bayar dan kalau dia tidak bisa bayar kita tidak tertarik kendaraan,” tegasnya.

Baca Juga :  TPPO Adalah Masalah Kompleks Beragam Modus

Tetapi akibat dari itu bank lah yang paling susah karena bank mengalami kekurangan pendapatan yang biasanya mereka lancar bayar bunga sekarang tidak bisa bayar karena ini adalah masalah industri artinya semua industri perbankan karena kita harus bisa menerima itu dan mengsiasati.

“Memang semua orang bilang di tahun 2020 ini jadi pikir untung rugi pikir kesehatan bisa selamat sehat dan kita tidak melihat itu bisa berjalan setahun mungkin bisa dua tahun kalau memang dua tahun kita bertahan dulu setelah itu baru kita pikir untung rugi lagi, “katanya. (lya)

Comments

comments