Ini Kronologis Aksi Saling Serang Antar Kampung di SBD

22
194292

Tambolaka —- Kejadian tragis kembali terjadi di Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten SBD, Minggu (17/9/2017) siang, yang menyebabkan satu orang tewas, 2 Orang mengalami luka berat dan 11 buah rumah warga hangus terbakar. 

Informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula pada Sabtu (16/9) dimana terjadi saling bersenggolan sepeda motor dijalanan antara saudara tiri korban dan pelaku penyerangan yang melibatkan dua warga setempat. Persoalan senggolan motor tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Kodi Utara. Dan kedua bela pihak pun saling berdamai. ‎

Namun pada Minggu (17/9) sekira pada pukul 17.00 wita, terjadi aksi saling serang yang di picu oleh aksi provokasi dengan caci maki sambil gas dan standing motor oleh adik tiri korban melewati jalanan kampung Kalembu Uru, warga kampung Kalembu Uru pun tak terima akhirnya terjadilah peristiwa naas itu.
‎‎
Alhasil dari aksi saling serang itu mengakibatkan salah seorang warga kampung Jama Eru Heribertus Djara Loku alias Ama Ivon (45) tewas dan dua lainnya terluka yakni Stefanus Moto Ngedo (34) dan Marselinus Popo (39). Tidak sebatas itu, 11 rumah milik warga kampung Kalembu Uru juga hangus dibakar. Dari 11buah rumah yang terbakar itu, 10 di antaranya rumah di kampung Kalembu Uru, dan satu lagi dari kampung tetangga, Dulu Koko. 

Baca Juga :  Yasinta Malo : Berkat Bimbingan Ratu Wulla, Kehidupan Saya Sejahtera

Aksi saling serang itu membuat seluruh warga kampung Kalembu Uru pergi meninggalkan rumah masing-masing, mereka takut terjadi aksi susulan. 

“Semua warga kampung Kalembu Uru mengungsi, tidak ada satu pun orang yang tertinggal didalam kampung, mereka takut ada aksi serangan susulan dari kampung Jama Eru,”kata Kepala Desa Bila Cenge, Petrus Pati Ndari.‎
‎‎‎‎
Peristiwa itu direspon cepat oleh pemerintah SBD, Senin(18/9) pagi, Bupati Markus Dairo Talu didampingi  Kapolres Sumba Barat Muhamad Erwin, dan Dandim 1613/SB, Letkol. Inf. Fifin Zudi Saifudin turun ke lokasi kejadian. 

Disana Bupati Markus Dairo Talu meminta keluarga korban untuk tenang dan menyerahkan masalah ini kepada pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu.

“Saya harap keluarga korban tabah dan mempercayakan masalah ini untuk di tangani oleh pihak kepolisian,” harapnya.

Kapolres Sumba Barat, Muhamad Erwin menegaskan akan menindaklanjuti dan melakukan berbagai upaya untuk menangkap semua pelaku yang terlibat aksi saling serang. “Saya akan tangkap semua pelaku aksi penyerangan dan dari kedua kampung yang bermasalah itu tidak akan di lepas,” tegasnya.

Dandim 1613/SB, Letkol Inf. Fifin Zudi Saifuddin mengatakan akan membackup dari segi keamanan untuk penegakan hukum. “Saya sendiri yang akan menjaga keamanan dalam upaya penegakan hukum, dan kedua kampung yang bersiteru itu tidak boleh ada hukum rimba. Saya tidak mau ada aksi penyerangan selanjutnya di kemudian hari dari kedua kampung ini,” ungkapnya. (red)

Baca Juga :  Tenun Ikat Sumba Menjadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Comments

comments