Jefry Pelt Siap Ikuti Seleksi Sekda Kota Kupang

0
330

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Kepala Bappeda Kota Kupang, Jefry Pelt siap mengikuti seleksi pemilihan Sekda Kota Kupang. Jefry bertekad akan memprioritaskan penataan birokrasi jika dirinya terpilih menjadi Sekda Kota Kupang.

Demikian dikatakannya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2020).

“Sebenarnya ada hal yang harus kita buat yaitu penataan birokrasi. Kenapa penataan birokrasi itu penting bagaimana kita bisa tata di luar jika di dalam sendiri ini tidak kuat. contohnya jabatan-jabatan yang masih kosong kan harus diisi ini seperti kita membangun satu pondasi gedung ini akan kuat kalau pondasinya harus 9 kalau pondasinya hanya enam kira-kira kuat atau tidak dengan beban ini itu dulu, “katanya.

Menurutnya, kemudian yang dibutuhkan itu harus ada database yang kuat untuk menjadi sasaran program kegiatan kalau seandainya dinas teknis dia membuat sesuatu hanya mengikuti dulu juga buat begitu mau sampai kapan ada di titik itu. Setiap Program atau kegiatan dia harus ada endingnya terus untuk kita maju lagi satu tahap.

Baca Juga :  Pakai Batik Gratis Kopi di Aston Kupang Hotel

“Di kota ini harus fokus seandainya penataan infrastruktur dia menjadi leader dalam pembangunan tahun ini sekian ratus milyar taruh disitu penataan infrastruktur tujuanya untuk menekankan pergerakan ekonomi maka leader berikut untuk programnya tidak lagi infrastruktur dong tapi ekonomi untuk ekonomi ini kita kan ekonomi perkotaan contoh untuk membangun ekonomi perkotaan apa memperkuat kemampuan masyarakat dalam membuka lapangan usaha sendiri kelemahan mereka di apa misalnya modal kita kasih modal, teknik kita bikin pelatihan otomatis membangun sesuatu itu seperti kita bangun rumah pertama kita siapkan tanah duluan, perencanaan, pondasi untuk dapat satu rumah, “ungkapnya.

Ia menjelaskan, kalau seandainya kita membangun belum punya tanah tapi kita sudah suruh orang gambar rumah nanti terakhir luas rumah 1000 tanah hanya 500 abis juga kita mulai pangkas-pangkas tidak tau ini rumah dia punya model seperti apa.

“Jadi sebenarnya kalau untuk di kota kalau di ijinkan pasti kita tata birokrasi kemudian kita memperkuat lembaga tujuannya untuk dapat lebih tajam melihat apa sih yang di butuhkan kota ini untuk pelayanan publik itu pasti harus menjadi utama . Pelayanan publik di Kota ini yang dia urus dari orang lahir sampai mati ada di Dispendukcapil kemudian sektor ekonomi ada di satu atap, kesehatan, pendidikan, air bersih juga limbah ada di persampahan dan sanitasi itu kalau bisa jalan secara baik dia akan menekan angka kemiskinan,stanting segala macam otomatis, “tegasnya.

Baca Juga :  Dandim 1604/Kupang dan Pimpinan Pos Kupang Serahkan Hadiah Lomba Menggambar

Jadi program pembangunan ini dia satu mata rantai sederhananya itu mungkin daya beli masyarakat berkurang karena apa seandainya karena jauh kantor produksi dan market maka bagaimana kita cara untuk mendekati kantor produksi dan market daya beli kurang karena memang lapangan usaha tidak ada untuk merangsang lewat investasi masyatakat maupun swasta. ada saat pemerintah itu juga harus membuka ruang yang cukup bagi investasi masyarakat dan swasta untuk membangun sebuah kota supayatidak terjadi secara sporadis maka pemerintah harus menjadi Leader nya kita kan ekonomi perkotaan kan beda kita tidak bisa ngawur. Jadi sebenarnya dari visi misi pak walikota sekarang itu sudah terbuka cuma kemampuan kita untuk mentranfer visi-misi itu ke dalam tupoksi masing-masing harus sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan menciptakan proyek, merekayasakan proyek, merekayasa program kegiatan artinya mubajir uang sekian tidak mengurangi atau menuntaskan permasalahan yang dihadapi. kalau kita bangun lagi sebuah perencanaan yang akurat dengan skejul yang pasti dapat di ukur. jadi pembangun itu harus dapat di ukur disemua sektor bukan saja kita hanya mampu mengukur pembangunan yang sifaynya konstruksi. pertumbuhan ekonomi pemenyasan kemiskinan pengurangan angkan stanting seandainya terjadi pengurangan angka stanting. (lya)

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Sudah Tandatangani Perwali Normal Baru

Comments

comments