Jembatan Gantung Kali Kota Nyonya Mulai Dibangun

0
222

Kupang — Dengan adanya pembangunan jembatan gantung sebagai penghubung akan mempermudah aktivitas masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya, akses jalan masuk harus diperluas sehingga akan membangkitkan ekonomi di Kota Kupang, Khususnya masyarakat Kecamatan Alak.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore saat melakukan peletakan Batu Pertama (Ground Breaking Jembatan Gantung Kali Kota Nyonya antara Kelurahan Penkase –Oeleta dengan Kelurahan Manutapen dan Perbaikan Sistem Drainase di Ruas Jalan Timor Raya, Sabtu (29/9/2018).

Pemerintah Kota Kupang lanjutnya, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dan Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis yang memberi perhatian khusus dan sudah memperjuangkan pembangunan jembatan dan memperbaiki sistem drainase di ruas Jalan Timor Raya.

“Tujuannya untuk mengatasi uapan air atau banjir yang menggenangi badan jalan pada musim hujan sehingga dapat menjawab keluh kesah masyarakat pengguna jalan maupun masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1 Provinsi NTT Rahyudhi Khalid mengatakan Pembangunan Jembatan Gantung Kali Kota Nyonya Kota Kupang akan dikerjakan oleh PT. Daya Samudera Mandiri, dengan panjang jembatan 72 meter, lebar 2 meter, menggunakan type rangka amarta dan tipe bangunan atas simetris.

Baca Juga :  PSMTI NTT Akan Gelar Pentas Seni Tionghoa

“Untuk Perbaikan Sistem Drainase di Ruas Jalan Timor Raya terdapat tiga titik yaitu Pertigaan Pulau Indah, Pertigaan Oesapa dan Depan Restaurant Kelapa yang akan dikerjakan selama tiga bulan;” Katanya.

Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis mengatakan bahwa pembangunan jembatan ini berkaitan dengan kebutuhan riil masyarakat terutama seperti menghubungkan dua sungai yang tidak bisa di tangani oleh pemerintah propinsi dan juga kota Kupang.

“Kita harus menangani jalan-jalan Nasional kalau propinsi tidak bisa menangani dengan keterbatasan dana juga kita maka sapa yang bisa tangani dan untuk itu tahun 2017 kemarin komisi V dan pemerintah pusat kementerian PUPR memberikan persetujuan untuk kita membangun kebutuhan- kebutuhan jembatan- jembatan gantung seperti ini yang tidak bisa di tangani oleh daerah,” katanya.

Wakilil Ketua I DPRD Kota Kupang Christian S. Baitanu SH mewakili masyarakat Kelurahan Penkase-Oeleta dan Kelurahan Manutapen sangat senang dan gembira dengan adanya pembangunan jembatan gantung pejalan kaki, karena bukan untuk akses anak-anak sekolah saja tetapi juga untuk semua masyarakat. (lya/qi)

Baca Juga :  Wagub Resmikan Resto Kelor dan Jamur

Comments

comments