Julie Laiskodat Perkuat Promosi Kain Tenun NTT

0
76

Kupang — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTT, Julie Sutrisno Laiskodat menggelar kegiatan festival sarung tenun NTT di Arena Car Free Day dengan melibatkan 10 ribu peserta, Sabtu (2/3/2019) mendatang.

Menurut Julie, kegiatan tersebut guna menarik simpatik generasi muda milenial mencintai dan mengembangkan potensi tenun yang ada di NTT sekaligus untuk mempromosikan kain tenun NTT di kanca nasional.

“Kegiatan tersebut akan di meriahkan oleh tarian 1.800 orang pelajar, tarian massal Flobamora seperti Gawi, Dolo-dolo Jai dan tebe, bazar makanan kelor dari UMKN, instansi tenun, paduan suara pelajar 2000 orang, musik tradisional dan olahraga bersarung. Para peserta akan dibagi dalam empat spot yakni
spot pertama di depan gedung Sasando kantor Gubernur dengan peserta 4.975 orang, spot kedua di depan kantor Pengadilan Tinggi dengan 1.685 peserta, spot ketiga depan rumah jabatan Gubernur dengan 2100 peserta, dan spot keempat di depan rumah Kejati dengan 2120 peserta,” katanya Julie saat jumpa pers di ruangan Asisten 1, Senin (25/2).

Baca Juga :  Sistem Perekrutan Calon TKI Harus Diubah

Menurutnya pada setiap spot akan diadakan berbagai rangkaian acara hiburan. Acara NTT menari akan dipusatkan di spot satu. Sementara spot lainnya ada acara tarian massal Flobamora dan berbagai atraksi lainnya. Para peserta dan masyarakat yang hadir diharapkan dapat membeli kreasi tenun ikat di masing-masing spot dan produk makanan berbasis kelor.

“Tujuan kegiatan ini untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya penenun. Juga untuk membangkitkan kebanggaan di kalangan generasi muda dan kaum milenial terhadap kain tenun NTT. Kita terus mendorong dan mengupayakan agar tenun NTT diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO,” jelasnya.

Ia berharap festival sarung tenun dapat menjadi festival tahunan yang dapat menjadi agenda pariwisata daerah sehingga tenunan NTT semakin berkibar di kancah nasional maupun internasional.

“Kita terus mendorong penetapan hari sarung Nasional. Sarung yang merupakan warisan kekayaan leluhur yang mesti dilestarikan serta layak disejajarkan dengan batik sebagai busana nasional. Dengan itu geliat perekonomian para penenun juga akan semakin meningkat,” harapnya. (lya/qi)

Baca Juga :  ‎Sikapi Tragedi Berdarah Sabu, Ketua Sinode GMIT Angkat Bicara

Comments

comments