Jumlah ODP di NTT Menurun Cukup Signifikan

0
70

Hingga Minggu (5/4) sore, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19, terus mengalami penurunan cukup siginifikan. Meski demikian, Gubernur VBL tetap berharap dan minta rakyat NTT tetap mematuhi seluruh protap yang dikeluarkan WHO maupun pemerintah.

Demikian dikatakan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Provinsi NTT, yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si, Minggu (5/4/2020

Ia menjelaskan, dari data yang dihimpun gugus tugas Corona, jumlah ODP dan PDP terus mengalami penurunan. Dari angka-angka fluktuasi ODP dan PDP, Gubernur VBL berharap agar semua rakyat tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti protap yang telah ditetapkan oleh WHO dan otoritas pemerintah. “Semua ini demi kebaikan seluruh masyarakat NTT dimana pun berada,” imbuh Marius, yang didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Valeri Guru.

Marius juga menegaskan, untuk mengantisipasi Covid-19 di NTT, maka pemeriksaan klinis bagi setiap warga yang datang ke NTT perlu dilakukan demi kebaikan bersama.

“Saat ini arus kedatangan warga dari luar NTT ke NTT terutama melalui pelabuhan laut sangat besar. Kita memantau ada yang datang dari Makasar dan Jawa melalui Ende, Labuan Bajo dan juga pelabuhan laut seluruh NTT. Kita harapkan kontrol yang ketat di setiap pintu masuk sehingga bisa dipastikan para penumpang berada dalam keadaan sehat dan setelah pemeriksaan klinis tentu saja protap harus diikuti dan dipatuhi. Semua demi kebaikan kita semua sehingga kita terbebas dari Covid-19,” tegas Marius.

Baca Juga :  70 ASN Kota Kupang Disumpah Ulang

Marius juga memaparkan update data terbaru perkembangan Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Ia menyebutkan, jumlah ODP saat ini menjadi 686 orang, selesai masa pemantauan 177 orang yang dirawat lima orang, terbagi sebagai berikut ; dua orang dirawat di Rumah Sakit W.Z Johanes Kupang, satu orang dirawat di RS Umum Ben Mboi Ruteng, satu orang dirawat di Rumah Sakit Siloam Kota Kupang dan satu orang di Rumah Sakit Umum Daerah Ende.

Sedangkan PDP, kata mantan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT itu, berjumlah 20 orang dan jumlah pasien dalam pengawasan meliputi satu orang dirawat di RSUD Ende, satu orang dirawat di RSU Lewoleba, satu orang dirawat di RS SK Lerik Kupang, enam orang dirawat di RSU Kalabahi, satu orang dirawat di RSU Soe, TTS, dan satu orang di RSUD Komodo Labuan Bajo, Manggarai Barat; satu orang dirawat di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu rujukan dari Sumba Tengah dan satu orang lagi isolasi mandiri.

“PDP setelah pemeriksaan klinis di Sumba Tengah isolasi mandiri yang sembuh empat orang yang meninggal dua orang dan sampel yang kita kirimkan 38 sampel. Hasil laboratorium; 17 sampel negatif dan 21 sampel masih berperoses; belum ada hasil,” jelas Marius.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Bagikan Paket Sembako Kepada Wartawan di Kupang

Lalu bagaimana persebaran ODP dan PDP di seluruh wilayah NTT? Kota Kupang jumlah saat ini 118 orang, turun dari sebelumnya 164 orang; sembuh atau selesai pemantauan 45, orang dalam pemantauan dan yang rawat inap dua orang; yang karantina mandiri 116 orang.

Kabupaten Kupang jumlah saat ini 46 orang; karantina mandiri 45 orang; satu orang dirawat di RS Siloam. Kabupaten TTS jumlah saat ini 53 orang turun dari sebelumnya 59 orang dan yang sembuh lima orang; dan 53 orang karantina mandiri. Kabupaten TTU jumlah 31 orang tetap dan menjalani karantina mandiri.

Kabupaten Belu jumlah saat ini 49 orang; turun dari sebelumnya 51 orang; yang sembuh dua dan 49 orang dikarantina mandiri. Kabupaten Malaka dua orang; yang sembuh satu yang sebelumnya tiga orang. Kabupaten Rote Ndao 23 orang; turun dari sebelumnya 40, yang sembuh 17 orang. Kabupaten Sabu Raijua jumlah saat ini tiga orang; turun dari sebelumnya lima orang dan dua orang sembuh.

Kabupaten Alor jumlah 14 orang; sebelumnya 23 orang; yang sembuh atau selesai pemantauan tiga; dan 14 orang karantina mandiri. Kabupaten Ende jumlah saat ini 11 turun dari 17 orang; yang sembuh atau selesai pematauan lima orang dan satu orang masih dirawat di RSUD Ende. Kabupaten Sikka jumlah saat ini 69, turun dari sebelumnya 90; sembuh atau selesai pemantauan 20 orang.

Kabupaten Flores Timur jumlah saat ini 9 turun dari 11 orang dan dua orang sembuh. Kabupaten Lembata jumlah saat ini 43 orang; turun dari 48 dan empat orang sembuh. Kabupaten Ngada jumlah saat ini 14, sudah beberapa hari masih tetap 14 orang. Kabupaten Nagekeo jumlah saat ini 18, turun dari 26 orang, sembuh atau selesai pemantauan tujuh orang.

Baca Juga :  Kemiskinan di NTT Meningkat

Kabupaten Manggarai tujuh orang; turun dari sebelumnya 13 orang dan yang sembuh enam orang dan tujuh orang karantina mandiri. Kabupaten Manggarai Barat jumlah saat ini 55; turun dari sebelumnya 70 dan yang sembuh atau selesai pemantauan 11 orang dan 55 karantina mandiri. Kabupaten Manggarai Timur jumlah saat ini 30, sebelumnya juga 30 orang dan satu orang masih dirawat di RSUD Ben Mboi Ruteng; karantina mandiri 29 orang.

Kabupaten Sumba Timur 41 orang, turun dari 68 orang dan sembuh atau selesai pemantauan 27 orang dan 41 orang karantina mandiri. Kabupaten Sumba Barat 6 orang, turun dari tujuh orang, satu yang sembuh atau selesai pemantauan. Kabupaten Sumba Barat Daya jumlah saat ini 43, turun dari sebelumnya 55 orang, yang sembuh atau selelsai pemantauan 12 dan 43 orang karantina mandiri. Kabupaten Sumba Tengah satu, turun dari 10 orang yang sembuh atau selesai pemantauan tujuh, satu orang karantina mandiri dan satu orang lagi pasien dalam pengawasan dirujuk ke Sumba Timur. (*/lya)

Comments

comments