Jumlah Penduduk Miskin di NTT Meningkat

0
1547

Kupang — Jumlah penduduk miskin di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Maret 2018 sebesar 1142,17 ribu orang meningkat 7,4 ribu orang di bandingkan September 2017 sebesar 1134,47 orang.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT Maritje Pattiwaellapia, Senin (16/7/2018) saat jumpa pers.

Dijelaskannya Bahw untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kebutuhan dasar (basic needs approach) dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan ( makanan dan bukan makanan).

“garis kemiskinan makanan adalah nilai pengeluaran minimum makanan segera 2100 kalori per kapita per hari. Garis kemiskinan bukan makanan adalah nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan dan kebutuhan pokok non makanan lainnya, “ujarnya.

Dikatakannya penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Metode ini dipakai BPS sejak tahun 1998 supaya hasil penghitungan konsisten dan terbanting dari waktu – waktu.

Baca Juga :  Peringati HPSN, BBKSDA, Babinsa Koramil 1604-01/Kota Bersihkan Sampah di Pantai Ketapang

“Faktor-faktor yang terkait dengan tingkat kemiskinan di NTT di periode September 2017- Maret 2018. Selama periode Maret 2017- Maret 2018. Terjadi inflasi umum sebesar 1,81 persen sedangkan pada periode Maret 2017 -Maret 2018 terjadi inflasi umum sebesar 2,25 persen,” katanya.

Menurutnya tingkat kesejahteraan petani cenderung meningkat pada bulan Maret 2018. Hal ini tercermin dari NTP NTT Tahun 2018 sebesar 104,48 meningkat 1,48 point jika di bandingkan periode September 2017, yang sebesar103,00.

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di NTT pada bulan Februari 2018 sebesar 2,98 persen sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian, yakni sebesar 1,46 juta (58,63%) gini ratio provinsi NTT pada Maret 2018 sebesar 0,361, turun 0,008 poin dari periode September 2017 yang sebesar 0,359.
Pada periode November 2017- Februari 2018, presentase rumah tangga penerima raskin/rasta atau BPNT sebesar 43,09 persen. (lya/qi)

Comments

comments