Kasus Campak di Kupang Setiap Tahun Meningkat

11
1195

Kupang — Penyakit campak dan rubella dapat dicegah dengan imunisasi vaksin yang dapat mencegah dua penyakit tersebut sekaligus.

Demikian sambutan wali kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat membuka kegiatan Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Kampanye dan Introduksi Measles Rubella (MR) tingkat Kota Kupang du hotel Swiss Belinn Kristal, Kamus (19/7/2018).

Dijelaskannya didunia internasional, dalam Global Vaccine Action Plan (GVAP), campak dan rubella ditargetkan untuk dieliminasi di 5 region WHO pada tahun 2020. Sejalan dengan GVAP, The Global Measles and Rubella Strategic Plan 2012-2020 memetakan strategi yang diperlukan untuk mencapai target dunia tanpa campak, rubella dan CRS (Congenital Rubella Syndrome), hal tersebut mendasari dilaksanakannya pertemuan ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap kegiatan eliminasi campak dan rubella di wilayah Kota Kupang.

Pertemuan ini katanya diharapkan dapat mensosialisasikan, mendapat dukungan dan mengkoordinasikan kegiatan kampanye dan rubella mulai dari pencegahan hingga penanganannya, sehingga para peserta diharapkan dapat mengikuti dengan baik dan serius kegiatan ini guna kembali mensosialisasikannya kepada masyarakat dimanapun.

Baca Juga :  UU Daerah Kepulauan Segerah Ditetapkan

“saya harus mengingatkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kota Kupang, baik di dinas, rumah sakit, puskesmas dan puskesmas pembantu untuk memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketentuan capaian imunisasi anak universal sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia sehingga berdampak pada derajat kesehatan masyarakat serta keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Kupang, “katanya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana dalam laporan panitia mengatakan penyakit campak sangat berpotensi menjadi wabah apabila cakupan imunisasi rendah dan kekebalan kelompok/herd immunity tidak terbentuk.

Dikatakannya bahwa ketika seseorang terkena Campak, 90% orang yang berinteraksi erat dengan penderita dapat tertular jika mereka belum kebal terhadap campak.

Pada tahun 2011 yang lalu di Kota Kupang telah terjadi KLB Campak, kejadian ini dapat diduga karena cakupan imunisasi campak pada tahun sebelumnya yaitu tahun 2006, 2007 dan 2008 adalah 80%, 76% dan 83%.

Sedangkan tahun 2009 cakupan meningkat dan kasus campak yang terjadi juga menurun dari 64 kasus pada tahun 2006 menjadi 14 kasus pada tahun 2010, sampai akhirnya terjadi KLB Campak tahun 2011 dengan jumlah 167 kasus.

Baca Juga :  Rastra Kota Kupang Segerah Disalurkan

Mulai dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 cakupan imunisasi di Kota Kupang dapat dipertahankan lebih dari 95%, tetapi kasus Campak juga mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir dari 27 kasus tahun 2014 menjadi 216 kasus tahun 2016 dan 78 kasus tahun 2017. Sehingga diperlukan upaya/strategi untuk menurunkan kasus campak pada tahun mendatang, karena Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubela pada tahun 2020. (lya/qi)

Comments

comments