Kasus DBD Di Kota Kupang Belum Darurat

0
48

Kupang — Dari 175 kasus DBD (Demam Berdarah Dengue, red) di Kota Kupang sampai dengan saat ini belum di kategorikan darurat apa lagi yang terlaporkan meninggal.

“Korban yang positif terjangkit penyakit DBD sedang di rawat di 11 Puskesmas dan 12 rumah sakit yang ada di Kota Kupang,” Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ary Wijana di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (29/1/2019).

Menurut Ari Wijana, Puskesmas sudah di perintahkannya untuk menerima penderita yang trombositnya masih bagus untuk di rawat di puskesmas karena rumah sakit S.K. Lerik dan W.Z. Johanis sudah kelihatan over load.

“Perhitungan kami biasanya, setelah kita menetapkan KLB dua minggu dia akan naik terus, tapi nanti pada saat gerakan jumat bersih, gerakan kebersihan, gerakan abatesasi sudah jalan maka dia akan turun,” katanya.

Diejlaskannya bahwa kalau status KLB itu sudah status yang tertinggi, yang jadi masalah apa bila KLB itu disertai dengan angka kematian yang sporadis itu bukan KLB lagi tapi darurat.

Baca Juga :  Komunitas Teater Perempuan Biasa Gelar Kegiatan Seni Budaya

“Kami dari jajaran Kesehatan dengan 12 rumah sakit dan 11 Puskesmas serta beberapa klinik yang ada ini sedang berusaha untuk menangkap tersangka DBD. Apabila tersangkanya kita sudah tangkap, kami bawa dia ke laboratorium untuk cek dia masih normal atau darurat,” papar Ary.

Dikatakannya, durasi waktu masih berjalan cukup panjang karena dari penetapan KLB pada tanggal 23 Januari di tambah dua minggu lagi maka 37 hari pada saat penetapan KLB sudah ada korban DBD. Dinas Kesehatan akan keluarkan data perhari pasca dua minggu setelah penetapan KLB.

“Kalau saya prediksi malah kalau hitung-hitungan kasar sekitar 260 kasus, tapi itu prediksi kami. Sedangkan dari survelen kita berharap, dengan kita sudah melakukan kegiatan-kegiatan memang banyak sekali bersama pak Gubernur. Dan teman-teman ASN membantu urus kebersihan dengan tujuan mengurangi terjadinya DBD secara berkelanjutan,” katanya lagi.

Lanjut Ary, dirinya sudah berbicara dengan Sekretaris Daerah membahas persoalan DBD yang sedang terjadi di Kota Kupang. Pemerintah Daerah harus menganggarkan anggaran tanggap darurat. Jika anggaran tanggap darurat sudah ada, Dinas akan konversi kegiatan-kegiatan kedepannya.

Baca Juga :  Parade 1.001 Kuda dan festival Tenun Ikat Kembali Digelar

“Pak Wali Kota sudah sampaikan, setiap kelurahan harus memiliki mesin foging. Ini yang sedang kami bahas untuk anggarkan juga dengan di hitung jumlah 51 keluarahan rata-rata satu kelurahan sebesar 34 juta untuk pengadaan mesin foging,” pintanya. (lya/qi)

Comments

comments