Kasus Meninggal Karena Covid-19 di Kota Kupang jadi Empat Kasus

0
62

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Jumlah kasus terkonfirmasi postif Covid-19 di Kota Kupang sampai hari ini, Selasa (29/9/2020) mencapai 76 kasus. Rinciannya 47 kasus sudah dinyatakan sembuh, empat kasus meninggal dunia dan 25 lainnya masih menjalani isolasi mandiri dan juga di fasilitas kesehatan.

Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji, Selasa (29/9/2020).

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak. untuk kita bersama-sama menekan angka ini karena kalau kita tidak aware dengan keadaan ini maka pertumbuhan kasus di kota Kupang terkait dengan Covid-19 akan tidak terkendali, “katanya.

Menurutnya, yang bisa mengendalikan kasus ini adalah kita semua tidak hanya Pemerintah, tidak hanya dunia usaha, tidak saja media, tidak saja akademisi, atau tidak saja masyarakat tetapi kita semua.

“Kita harus berupaya bersama-sama yang sudah saya katakan tadi mulai dari diri pribadi tetap dengan yang paling sederhana adalah 3M memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan. Maka dari itu tadi sudah di tekankan juga oleh yang terhormat Tellendmark Daud dan Ketua DPDR Kota Kupang Yeskial Loedoe untuk kita memperhatikan kaidah protokol di ruangan baik ini himbauan atau informasi yang sangat baik ditujukan kepada kita semua sehingga ketika sudah bisa aware mulai dari diri kita sendiri dan lingkungan kerja kita maka kami akan sangat percaya ini bisa kami tekankan bersama-sama, “ungkapnya..

Baca Juga :  Gubernur NTT: Narasikan Festival Dugong dan Alquran Tua secara Baik dan Indah

Ia menjelaskan dalam satu bulan terakhir peningkatan itu empat kali lipat dari yang sebelumnya. kemarin saja peningkatannya empat kasus, hari minggu tidak ada penambahan karena mungkin hasilnya belum keluar. Hari sebelumnya enam kasus dan yang pasti karena masih banyak spesimen
kita yang belum keluar hasilnya.

“Kami tinggal menanti saja karena terus terang kontak-kontak erat yang selama ini sudah di ambil swabnya itu belum keluar semua hasilnya oleh sebab itu kami juga sekali lagi mengharapkan dukungan doa dari semua kalangan dari masyarakat supaya hasil-hasil ini tidak positif nantinya, “katanya.

Untuk hari ini belum ada penambahan data dari propinsi juga belum di rilis untuk hari ini kalau sudah dirilis kami pasti akan bagikan

Yang meninggal hari ini dari klaster pertanahan oleh sebab itu beberapa hari yang lalu minggu kemarin biru sudah dilakukan scraning di kantor semua komponen disitu pegawai-pegawai di pertanahan sudah di lakukan pengambilan swab dan kita tinggal tunggu hasilnya saja

Baca Juga :  Dubes RI untuk Ekuador Apresiasi Penanganan Covid-19 di NTT

“Sekitar 200 Swab spesimen yang belum keluar berarti bukan zona merah lagi seperti rilis dinas kesehatan yang ditandatangani sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang pak Rudy Kota Kupang ini mengarah dari coklat ke hitam karena potensi penyebaran penularan di Kota Kupang ini sangat tinggi, “ungkapnya.

ia mengatakan Kenapa sangat tinggi karena satu kita punya bandara dibandara belum terlalu ketat scraningnya propinsi sudah melakukan rapat koordinasi bersama-sama untuk sekiranya pool test di bandara segera di fungsikan kemudian di pelabuhan laut juga demikian yang berikut sudah terjadi penularan lokal tidak saja di masyarakat tetapi di lingkungan perkantoran ini yang menyebabkan potensi ancaman kita itu sangat tinggi.

“Oleh sebab itu sekali lagi ini semua tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja tapi oleh semua pihak yang saya selalu katakan pentahelix kelompok masyarakat, Pemerintah dunia usaha, media dan akademisi, “tegasnya.(lya)

Comments

comments