Kebutuhan Uang Tunai di NTT Berkisar Rp 1,8 Triliun

0
422

Kupang — Kebutuhan uang tunai yang akan ditarik oleh masyarakat NTT di tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp 1,8 triliun, jika dibandingkan dengan tahun 2017 ada penurunan yakni Rp 2,3 triliun. Hal ini karena secara Nasional juga akan berkurang sejalan dengan semakin maraknya penggunaan uang elektronik atau uang non tunai.

Demikian dikatakan kepala Bank Indonesia, Naek Tigor Sinaga, Rabu (19/12/2018) di kantor Bank Indonesia.

Menurutnya sampai dengan saat ini sudah terpenuhi sekitar 53 persen yaitu sekitar Rp 959 milyar.

“Rp 959 milyar itu sudah kita distribusikan baik itu kepada delapan kas titipan. Kas titipan itu adalah bank yang bekerja sama dengan BI untuk kita tempatkan uang kita sejumlah tertentu nanti akan di kelolah untuk di bagikan atau melayani perbankan disana atau masyarakat karena kami menyadari untuk menjangkau Sumba, Flores, perbatasan Atambua itu armada kami terbatas sehingga kami membuka delapan kas titipan,” ujarnya.

Lanjutnya bahwa didelapan kas titipan itu sudah diedarkan uang senilai Rp 635 milyar dan saat ini sudah ada penarikan dari bank-bank yang ada di kupang berkisar Rp 323 milyar jadi total sudah mencapai Rp 959 milyar dari proyeksi Rp 1,8 triliun.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Resmikan Tiga RTHRKA

“tapi beberapa hari kedepan kami perkirakan akan ada penarikan- penarikan lagi terutama nanti biasanya di akhir tahun, terkait realiasi belanja pemerintah, biasanya penarikan-penarikan itu diantisipasi untuk realisasi belanja pemerintah dan kebutuhan kita untuk Natal dan tahun baru. Itu biasanya untuk pembayaran-pembayaran gaji dan sebagainya di tarik sekitar sebelumnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya bahwa penurunan kebutuhan uang tunai memang berpengaruh dan ini memang baik buat Bank BI, jadi kalaupun misalnya nanti ada pembayaran dan sebagainya mungkin sudah bisa memakai dengan uang giral transfer dan sebagainya. ini menunjukkan satu kemajuan bahwa kebutuhan uang tunai di masyarakat juga semakin berkurang diganti juga dengan uang-uang non tunai.

“BI siapkan uang sebanyak Rp 2,6 triliun jadi kebutuhan tadi sekitar Rp 1,8 triliun. Rp 2,6 triliun itu kebutuhannya dan sementara potensi nanti saldo yang ada di kita sekitar Rp 2,6 di kurangi Rp1,8 itu kira-kira masih ada sekitar Rp1,7 triliun. Jadi Rp1,7 triliun lebih dari cukup,” katanya. (lya/qi)

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Terima Bantuan Masker dan Face Shield dari Bank NTT

Comments

comments