Kesadaran Masyarakat Sumba Tengah untuk Ikut KB Sudah Tinggi

0
51

KIBLATNTT.COM/ISTIMEWA

PEMBUKAAN — Wakil Bupati Sumba Tengah, Danial Landa, bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Pemateri dari BKKBN Provinsi NTT, Margaretha Imelda R. (FOTO: ISTIMEWA)

 

KIBLATNTT.COM, WAIBAKUL — Kesadaran masyarakat Sumba Tengah untuk ikut menjadi peserta dalam program Keluarga Berencana (KB) cukup tinggi. Karena dari target pemerintah Untuk tahun 2020 sebanyak 1.777 keluarga, hingga September 2020, sudah terdapat 1.398 keluarga atau 78,67 % telah menjadi peserta KB.

Wakil Bupati Sumba Tengah, Danial Landa menyampaikan hal ini dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan sosialisasi advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Aula Kantor Kecamatan Katiku Tana, Sabtu (24/10/2020), dan rilisnya diterima media ini Senin (27/10/2020).

Kegiatan ini sendiri diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nasional bekerja sama dengan mitra kerja yakni Komisi IX DPR RI yang pada kesempatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Baca Juga :  Baru 2 Anggota DPRD Kota Kupang Lakukan Swab

Ir. Danial Landa menegaskan keikutsertaan masyarakat Sumba Tengah dalam KB tidak hanya dari kalangan usia tua, melainkan juga dari kalangan keluarga Pasangan Usia Subur (PUS). Dimana dari target pemerintah untuk keikutsertaan masyarakat dalam program KB sebanyak 9.662 keluarga saat ini sudah tercatat 8.630 keluarga atau 95,89 persen.

Dijelaskannya pemerintah Kabupaten Sumba Tengah terus memberikan sosialisasi dan pendampingan hingga pengawasan bagi setiap keluarga yang ingin mengikuti program KB, karena dengan mengikuti program KB, masyarakat dapat merencanakan keluarga mereka secara lebih baik.
“Kita terus sosialisasikan empat terlalu (terlalu muda saat menikah, terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu sering melahirkan dan terlalu tua untuk ibu saat melahirkan). Jadi masyarakat kami ajak untuk merencanakan bagaimana menata keluarga mereka secara lebih baik,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena pada kesempatan tersebut menegaskan perencanaan yang baik selalu berarti separuh dari kesuksesan melaksanakan sebuah program. Karena itu, perencanaan dalam membangun sebuah keluarga juga menjadi penting, agar dapat membangun sebuah keluarga yang sejahtera dan bahagia.

Baca Juga :  Cegah Covid 19, Ratu Wulla Bersama Tim Semprot Disenfectan Di Tempat Umum Dan Rumah Ibadah

Karenanya kepada masyarakat sekitar Kecamatan Katiku Tana yang hadir menjadi peserta kegiatan ini, Ketua DPD Golkar Provinsi NTT ini menegaskan, semangat Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang terus merencanakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat, juga harus didukung oleh masyarakat Sumba Tengah dengan ikut melakukan perencanaan membangun keluarga yang baik dan sejahtera.

“Saya tahu pak bupati dan pak wakil bupati disini (Sumba Tengah) bekerja keras untuk masyarakat. Jadi masyarakat juga harus dukung,” imbaunya.

Pemateri dari BKKBN Provinsi NTT, Margaretha Imelda Rumondas, S.Sos., MM., dalam materinya mengajak para orang tua untuk menghitung pengeluaran keluarga secara efektif dengan membandingkan jika seorang ayah merupakan seorang perokok dan mampu menghabiskan dua bungkus rokok seharga Rp 50 ribu. Namun jika uang tersebut dialihkan untuk membeli telur untuk menjadi bahan makanan anak, itu bisa terpenuhi untuk kebutuhan selama satu bulan.

“Bapak bisa habiskan uang Rp 50 ribu untuk merokok satu hari, tetapi kalau dipakai beli telur untuk kebutuhan anak itu sudah satu bulan,” urainya.

Baca Juga :  Wagub NTT Apresiasi IWAPI NTT

Karena itu, Margaretha mengajak para peserta kegiatan ini untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak dan keluarga, karena anak-anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan kehidupan keluarga, daerah, dan negara di masa yang akan datang.

“Kalau kita kasih makan anak kita satu butir telur saat bayi selama dua bulan, anak kita pasti akan tumbuh menjadi anak yang tinggi sama seperti umbu dan rambu yang sehat disini, sehingga tidak lagi ada stunting,” contohnya.(*/ONI)

Comments

comments