Kondisi Kearsipan di NTT Kurang Menggembirakan

439
1911

Kupang — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengaku kondisi kearsipan di NTT kurang menggembirakan. Hal ini disebabkan masih banyak permasalahan terkait penataan, pengelolaan dan penyelamatan arsip.

“Kita butuh data arsip autentik guna menjamin terselenggaranya pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan secara bertanggungjawab,” kata Lebu Raya, saat meluncurkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) E-Arsip di NTT, di Kupang, Selasa (15/5/2018).

Gubernur Lebu Raya, menjelaskan peran arsip sangat penting dan strategis dalam menyiapkan berbagai data dan informasi secara baik. Dengan begitu, kata Lebu Raya, generasi muda sekarang dan generasi yang akan datang dapat mengakses data autentik berkaitan dengan sejarah bangsa.

“Kita perlu membangun komitmen bersama untuk menjaga dan merawat arsip, baik untuk negara maupun bagi daerah masing-masing. Jangan terulang lagi seperti kasus kehilangan Sipadan dan Ligitan yang dicaplok Malaysia,” kata Lebu Raya.

Kepala ANRI, Mustari Irawan, mengatakan hakekat dari sadar tertib arsip, adalah efisiensi dan efektivitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang tercermin melalui aparatur pemerintah secara jujur disertai kerja keras untuk meningkatkan aksesibilitas informasi kepada masyarakat. Sehingga informasi yang ada dapat diolah dengan baik secara akurat dan terpercaya demi kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Sejak Remaja Hingga Cawagub, Emi Tak Berubah

Sedangkan Kepala Perpustakaan Nasional, Muhamad Syarif Bando menyatakan tidak mungkin cita-cita untuk meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. (WTP) dari BPK RI dapat tercapai tanpa adanya pengelolaan arsip yang baik. Kata Bando, arsip menjadi penting dalam penataannya sebagai wujud tanggungjawab para penyelenggara negara.

Pada kesempatan itu juga dilakukan launching E-Arsip berbasis TIK serta penandatanganan Komitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota se NTT dimulainya sadar tertib arsip. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Frans Lebu Raya bersama Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, disaksikan Kepala ANRI, Mustari Irawan.

Selain penandatanganan komitmen bersama, juga dilakukan penyerahan data arsip statis berupa foto Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari masa ke masa dari Kepala Biro Humas NTT, Semuel Pakereng kepada Kepala Kearsipan NTT, Lambertus Ibi Riti, disaksikan Gubernur NTT dan Kepala ANRI. (lya/qi)

Comments

comments