Kontraktor CV. Rasa Sayang Terkesan Tidak Bertanggung Jawab

409
9105

Tambolaka — Pihak kontraktor CV. Rasa Sayang yang mengerjakan proyek pengaspalan jalan di desa Totok Kecamatan Loura Kabupaten Sumba Barat Daya terkesan melepas tanggung jawab alias tak bertanggung jawab. 

Pasalnya Akibat pekerjaan pengaspalan jalan yang dilaksanakan sejak 31 Agustus 2017 dengan pagu dana Rp. 1.482.530.300 dengan panjang jalan dua kilometer tersebut menyebabkan warga sekitar sulit beraktifitas melalui jalan itu. 

Pasalnya, deker yang dibangun yang membentang di jalan sangat tinggi dari badan jalan, sehingga menyulitkan warga sekitar melewati areal sekitar. Tak hanya itu, hamparan batu lepas yang berhamburan di badan jalan akibat ditinggalkan pihak rekanan,  menyebabkan rawan kecelakaan. 

Seorang warga Desa Totok, Bulu Jemi kepada kiblatntt.com di lokasi jalan sekitar, Selasa (24/10/2017) sore mengungkapkan kekecewaannya terhadap kontraktor pelaksana yang telah mempersulit hidup masyarakat di Kampung Besar Totok. ‎

“Kami sangat kecewa karena pekerjaan ini dibiarkan begitu saja. Tangki air tidak bisa masuk lagi karena begitu banyak batu lepas dan deker yang tinggi. Terpaksa kami harus mengambil air menggunakan kendaraan roda dua dengan jarak yang jauh,” katanya.‎

Baca Juga :  Wagub Lepas 27 Pengungsi Afganistan

Dikatakannya bahwa kontraktor pelaksana meninggalkan pekerjaan itu dengan alasan deker masih basah. “Waktu itu kami tanya kontraktor, katanya deker masih basah, dan tunggu sudah kering baru dilanjutkan pekerjaan,” ujarnya.

Dia berharap agar kontraktor jangan hanya bekerja untuk mengejar keuntungan pribadi, namun hasil tidak memuaskan dan merugikan masyarakat dalam segala sektor.

Kontraktor pelaksana CV. Rasa Sayang, Stefanus Tanggu Solo yang dikonfirmasi mengaku dia tidak meninggalkan pekerjaan pengaspalan jalan tersebut.

“Bukan di tinggalkan pak, cuman masih tunggu eksa/alat berat yang di pinjam pak. Rencananya besok baru eksa di antar ke lokasi,” dalihnya.‎

Ketika di tanya bahwa proyek di Kampung Wewagha-Totok sengaja di tinggalkan lantaran dirinya mengejar pekerjaan di tempat lain, Stefanus diam dan tidak memberikan penjelasan. (red) ‎

Comments

comments