KPID NTT Lakukan Literasi Media dengan Guru-Guru se-Kota Kupang

0
263

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan literasi media dengan guru-guru se-Kota Kupang, Selasa (17/12/2019). Literasi media ini dilakukan untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan kritis terhadap media.

Demikian dikatakan Ketua KPID NTT Yosef Kolo Selasa (17/12/2019) di Hotel On The Rock. Ia mengatakan kegiatan literasi media selama ini yang dilakukan untuk kegiatan baca tulis tapi kalau di KPID NTT saat ini di periode 2019–2022 secara nasional literasi media itu menjadi kegiatan unggulan secara Nasional. Kenapa disebut literasi media karena KPID NTT memandang bahwa sesungguhnya tugas KPID NTT adalah sebagai regulator untuk mengawasi isi siaran yang ada di lembaga siar yang ada di NTT dan untuk bisa proses-proses administrasi perijinan dan lain sebagainya.

“Yang paling penting bagi kita itu adalah bagaimana kita bisa menyasar masyarakat satu NTT ini di semua kalangan. Hari ini kita melakukan kegiatan literasi media untuk teman-teman guru-guru. itu menjadi salah satu unsur masyarakat yang penting dimana selain mereka bisa memilih lembaga penyiaran di TV maupun radio apa saja masyarakat harus di berikan sosialisasi, edukasi untuk mereka bisa lebih melek hiper media, lebih selektif dalam menggunakan, “katanya.

Baca Juga :  Kota Kupang Harus Menjadi Barometer Pengelolaan Sampah

Menurutnya, Selain mereka selektif menggunakan media mereka juga harus selektif dalam program siaran apa yang di pilih setelah mereka memilih program siaran mereka tidak hanya sebatas penonton pasif atau pendengar pasif mereka harus bisa cerdas dan kritis sehingga disana nanti ada ruang pengaduan katakan hal-hal yang berkaitan dengan program-program siaran yang berpotensi asusila, kekerasan, sadisme propaganda tentang radikalisme dan tayangan seksual segala macam. Disinikan ada tayangan-tayangan exploitasi terhadap kaum ibu dan anak misalnya atau infotemen misalnya itu yang dilarang keras oleh KPID NTT.

“Sehingga setelah mereka mendengar program siaran mereka harus bisa kritis dan juga cerdas. Kritis mereka adalah buatlah pengaduan ke KPID NTT sebagai ruang informasi untuk kita sama-sama kalau dia benar-benar melakukannya kesalahan itu maka kita melakukan teguran tertulis dan ada tahapan-tahapan tertentu yang akan kita melakukan sangsi pemberhentian program siaran ataupun pencabutan ijin sehingga guru ini menjadi jembatan informasi, “ujarnya.

Kita mengundang peserta sekitar 100 orang dari perwakilan guru-guru SMA, SMK, SMP dan SMPK sekota Kupang kemudian kita akan membuat semacam suatu tindak lanjut dan deklarasi apa begitu semangat literasi kemudian kita buat komunitas literasi sehingga itu menjadi suatu ruang komunitas.

Baca Juga :  Telkomsel Sukseskan Pawai Obor Asian Games 2018 di Mataram

Dalam kegiatan hari ini ada lima pemateri hari ini. Ada tiga pemateri external ada mantan komisioner dan juga akademisi dan juga dari kominfo dan juga ada materi dari internal kita . Materinya pertama yaitu menjelaskan apa itu KPID tentang apa regulasi KPID dan program siaran tentang dampak penyiaran bagi masyarakat, tentang pedoman perilaku Penyiaran dan standar program siaran itu yang menjadi edukasi bagi masyarakat sekaligus sosialisasi.

“Guru menjadi orang tua di sekolah dan juga menjadi masyarakat ditengah lingkungan target kita itu adalah dengan adanya kegiatan sosialisasi ini guru-guru bisa menjadi agen transformasi bagi masyarakat terlebih terhadap anak-anak di sekolah untuk mereka bisa lebih cerdas dan kritis menggunakan media bagaimana mereka tidak hanya sebatas menjadi penonton atau pendengar pasif mereka harus bisa selektif, “tegasnya.

Menurutnya, setelah mereka selektif dalam memilih dan memilah lembaga dan program siaran mereka juga harus bisa menyaring tidak semua hal yang ditayangkan itu benar sehingga masyarakat itu kemudian bisa merubah perilaku masyarakat khususnya tentang mental dan kepribadian apalagi kita media saat ini sudah dari analog beralih ke penyiaran digital itu dampak media baru ini menjadi satu bahaya dan juga keuntungan baik kita, sehingga sekarang perilaku manusia dipengaruhi oleh media-media ini.(lya)

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Tetapkan Johanis Oetemoesoe Jadi Direktur PDAM

Comments

comments