Lakukan Dialog Bersama Pers, Gubernur Kembali Tegaskan TJPS

0
131

KIBLATNTT.COM, KUPANG — Saya sangat senang dengan pertemuan hari ini bahwa memang kita harus bersungguh-sungguh mendesain Nusa Tenggara Timur. Program kita untuk membangun baik dari sektor pertanian Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan berbagai cara lainnya.

“Kita menyiapkannya dengan mendorong masyarakat petani yang khusus di pulau Timor dan Sumba yang sebelumnya pertanian itu sebagai upaya untuk mengisi rumah tangga. Kita harapkan kedepan dia melampaui untuk menjadi pertanian yang mampu ekspansi pada level yang mampu menjual nilai nilai,” kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), Jumat (28/8/2020) saat Coffee Morning Dialog Gubernur NTT bersama Wartawan Desk NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur.

Kalau dulu tidak bisa karena itu rata-rata di Timor kebunnya itu maksimal lima sampai 10 are. Jarang kita ketemu petani yang punya kebun satu hekta are.

“Kita harapkan ini jadi petani buruh tani menuju pengusah pertanian itu konsep kita. Kalau konsep ini di jalankan nanti dengan baik dan dia sudah berjalan dengan baik maka itu disebutkan dengan kita bersaing dengan negara lain untuk dijual pertanian karena apa kita akan berhadapan dengan negara lain bukan kita membawa buruh tani tapi kita membawa pengusaha ataupun pengusaha-pengusaha petani yang mindset nya itu mindset bisnis bukan mindset isi rumah tangga Itu sudah mulai maju kesana, “ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Kupang Tandatangani Naskah Hibah BMN dari Ditjen PP Kementerian PUPR

Ia mengatakan karena itu catatan kita satu lahannya macam apa, dimana lahannya seperti tadi disampaikan apakah berbatu atau bertanah. Air ada atau tidak kalau ada pada musim apa. Data ini sedang di kerjakan terus menerus.

“Kalau data ini ada sebelum saya maka pasti terjadi percepatan luar biasa. Tapi kita belum punya data ini sampai hari ini dan ini sedang dikerjakan lewat sekaligus dengan bagaimana kita mengerjakan program-program pertanian kita karena tujuan pertanian ini bukan hanya untuk mengisi kebutuhan rumah tangga tapi dia menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata ini menjadi supply chain terhadap pariwisata, “katanya.(lya)

Comments

comments